AMC – Acara kajian merupakan salah satu kegiatan yang rutin digalakkan oleh At-Taqwa Centre. At-Taqwa Centre melaksanakan acara kajian setiap sebulan sekali dengan tema yang berbeda. Acara tersebut biasa dikenal dengan sebutan Kajian Tematik. Pada Selasa (19/2/19) At-Taqwa Centre menyelenggarakan Kajian Tematik dengan tema “Materi Khutbah Jumat dan Realita Kemiskinan Umat Islan Kota Cirebon. Narasumber kajian terdiri dari dua orang yaitu Dr. Yayat Suryatna, M. Ag dan H. Bisri, M. Fill yang merupakan dosen di Fakultas Usluhuddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Moderator dalam acara tersebut yaitu H. Syaeful Badar, MA, Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon. Total peserta yang mengikuti acara tersebut berjumlah 40 orang dari DKM se-Kota Cirebon. Acara bertempat di Gedung Islamic Centre Cirebon. Acara berlangsung sejak pukul 08.30 – 12.00 WIB.

Dr. Yayat memaparkan hasil risetnya yang berjudul “Melacak Faktor Kemiskinan Umat Islam Abad – 21 : Studi Deskriptif Analisis Atas Materi Khutbah Jumat dan Materi Pengajian di Majelis Taklim Kota Cirebon dan Relevansinya dengan Kemiskinan Umat Islam. Dalam presentasinya, Masjid Raya At-Taqwa menjadi salah satu objek penelitian diantara masjid lainnya yang ada di Kota Cirebon. Hasil riset menyebutkan bahwa Masjid Raya At-Taqwa mendapatkan presentasi paling tinggi dari segi keadaan jamaah saat menyimak khutbah Jumat yakni sekitar 80%. Sedangkan 20% jamaah lainnya tidak kondusif atau tertidur. Keberagaman tema yang disampaikan para khatib di Masjid Raya At-Taqwa membuat jamaah antusias menyimak penyampaian khutbah.

H. Bisri juga menambahkan pernyataan Dr. Yayat di dalam kesimpulan riset yaitu (1) ditemukan adanya fenomena jamaah tertidur saat khotib berkhutbah di kisaran angka 20 – 50 %, (2) durasi khutbah Jumat berkisar antara 15 – 30 meni, (3) materi khutbah yang disampaikan lebih banyak berisi tentang penanaman akidah (keimanan dan ketakwaan) dan pembentukan akhlak, karakter dan etika (4) materi khutbah sangat jarang berisi hal-hal yang yang terkait dengan pemberdayaan ekonomi umat (pemberantasan kemiskinan), etos kerja dan prodktivitas.

Dengan diselengarakannya acara kajian tematik diatas, diharapkan para khotib Jumat dapat melakukan improvisasi materi ketika menyampaikan khutbah. Hal ini dimaksudkan agar jamaah tidak bosan dengan materi khutbah sehingga rentan mengantuk dan tertidur. Khotib diharapkan dapat membuat materi khotbah yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga menarik minat jamaah untuk mendengarkan. Diantara materi yang dapat disampaikan khotib adalah materi mengenai peningkatan perekonomian umat Islam, produktivitas dan etos kerja maksimal sehingga berimplikasi pada pengentasan kemiskinan di kalangan umat Islam. (Rosie)