Wudhu menjadi salah satu ibadah yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Sebelum melaksanakan shalat, setiap muslim wajib memastikan dirinya berada dalam keadaan suci dari hadas kecil. Oleh sebab itu, memahami tata cara wudhu yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ menjadi hal yang sangat penting.
Meskipun hampir setiap hari berwudhu, masih banyak orang yang ternyata belum memahami urutan yang tepat, perbedaan antara rukun dan sunnah wudhu, maupun bacaan doa setelah berwudhu. Akibatnya, sebagian orang melakukan gerakan tertentu hanya karena kebiasaan tanpa mengetahui dasar dan tata caranya.
Padahal, Rasulullah ﷺ telah memberikan contoh yang sangat jelas mengenai cara berwudhu. Bahkan, beliau menganjurkan umatnya agar menyempurnakan wudhu karena ibadah tersebut bukan sekadar membersihkan anggota tubuh, melainkan juga menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa.
Lalu, bagaimana tata cara berwudhu yang benar? Apa saja rukun yang wajib dikerjakan? Bagaimana niat dan doa setelah wudhu?
Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Wudhu?
Secara bahasa, kata wudhu berasal dari bahasa Arab yang bermakna kebersihan dan kebaikan. Sementara itu, menurut istilah syariat, wudhu merupakan ibadah bersuci dengan menggunakan air yang suci untuk membasuh dan mengusap anggota tubuh tertentu dengan tujuan menghilangkan hadas kecil.
Seorang muslim melakukan wudhu sebelum melaksanakan beberapa ibadah, seperti:
- Shalat wajib.
- Shalat sunnah.
- Tawaf mengelilingi Ka’bah.
- Menyentuh mushaf Al-Qur’an menurut sebagian ulama.
Melalui wudhu, seorang hamba mempersiapkan dirinya untuk menghadap Allah Ta’ala dalam keadaan bersih dan suci.
Dalil Perintah Wudhu dalam Al-Qur’an
Allah Ta’ala memerintahkan kaum muslimin untuk berwudhu sebelum mendirikan shalat. Perintah tersebut terdapat dalam Surah Al-Maidah ayat 6.
Firman Allah Ta’ala
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Latin
Yaa ayyuhalladziina aamanuu idzaa qumtum ilash shalaati faghsiluu wujuuhakum wa aydiyakum ilal maraafiqi wamsahuu biru-uusikum wa arjulakum ilal ka’bain.
Artinya
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, usaplah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki.”
(QS. Al-Maidah: 6)
Ayat tersebut menjelaskan anggota tubuh yang wajib dibersihkan saat berwudhu. Oleh karena itu, para ulama menjadikan ayat ini sebagai landasan utama dalam pembahasan rukun wudhu.
Keutamaan Berwudhu
Selain menjadi syarat sah shalat, wudhu juga menyimpan banyak keutamaan. Karena itulah, Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kesucian dan menyempurnakan wudhu.
Menghapus Dosa-Dosa Kecil
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila seorang muslim berwudhu lalu membasuh wajahnya, maka keluarlah dosa-dosa yang dilakukan kedua matanya bersama air.”
(HR. Muslim)
Melalui wudhu, Allah Ta’ala menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan anggota tubuh.
Menjadi Tanda Umat Nabi Muhammad ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya pada wajah, tangan, dan kaki mereka karena bekas wudhu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, menjaga wudhu termasuk amalan yang memiliki keutamaan besar.
Mendapatkan Cinta Allah Ta’ala
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Dengan menjaga kebersihan dan kesucian, seorang muslim berusaha meraih kecintaan Allah Ta’ala.
Membuka Delapan Pintu Surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang di antara kalian berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian membaca syahadat, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga.”
(HR. Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar pahala yang Allah sediakan bagi orang yang menjaga wudhunya.
Syarat Sah Wudhu
Sebelum mempelajari tata cara wudhu yang benar, setiap muslim perlu memahami syarat-syarat sahnya terlebih dahulu. Dengan begitu, wudhu yang dilakukan tidak hanya sesuai kebiasaan, tetapi juga sesuai tuntunan syariat.
Beragama Islam
Wudhu merupakan ibadah yang Allah syariatkan kepada kaum muslimin. Karena itu, syarat pertama sahnya wudhu adalah memeluk agama Islam.
Menggunakan Air yang Suci dan Menyucikan
Selain itu, air yang digunakan harus suci serta dapat digunakan untuk bersuci.
Contohnya meliputi:
- Air hujan.
- Air sumur.
- Air sungai.
- Air mata air.
- Air PAM yang bersih.
Tidak Ada Penghalang pada Anggota Wudhu
Air harus mengenai seluruh bagian anggota wudhu. Oleh sebab itu, seseorang perlu memastikan tidak ada benda yang menghalangi sampainya air ke kulit.
Beberapa contohnya antara lain:
- Cat kuku.
- Lem yang menempel.
- Kotoran tebal.
- Lapisan bahan tertentu yang kedap air.
Sudah Mumayyiz
Anak kecil yang sudah mampu membedakan baik dan buruk juga dapat belajar berwudhu dengan benar. Karena itu, para orang tua sebaiknya mulai mengajarkan tata cara wudhu sejak dini.
Suci dari Hadas Besar
Apabila seseorang berada dalam keadaan junub, maka ia wajib mandi besar terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia dapat melaksanakan wudhu.
Mengapa Penting Memahami Tata Cara Wudhu yang Benar?
Sebagian orang menganggap wudhu hanya sebagai rutinitas sebelum shalat. Padahal, wudhu merupakan ibadah yang memiliki aturan dan tuntunan yang jelas.
Apabila seseorang meninggalkan salah satu rukun wudhu, maka wudhunya tidak sah. Akibatnya, shalat yang dikerjakan pun ikut bermasalah.
Karena itulah, setiap muslim sebaiknya memahami tata cara wudhu yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, bukan hanya mengikuti kebiasaan yang berkembang di sekitarnya.
Setelah memahami pengertian, dalil, keutamaan, dan syarat sah wudhu, langkah berikutnya yang tidak kalah penting ialah mengetahui rukun wudhu dan sunnah-sunnah yang menyertainya. Dengan memahami kedua hal tersebut, seorang muslim dapat membedakan mana yang wajib dikerjakan dan mana yang termasuk penyempurna ibadah.
Rukun Wudhu yang Wajib Dikerjakan
Rukun wudhu merupakan bagian yang wajib ada dalam wudhu. Apabila salah satu rukun ditinggalkan, maka wudhu menjadi tidak sah. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu memahami urutannya dengan baik.
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa terdapat enam rukun wudhu berdasarkan Surah Al-Maidah ayat 6.
1. Niat Berwudhu
Ini merupakan rukun pertama dalam wudhu. Niat dilakukan ketika mulai membasuh wajah.
Sebagian kaum muslimin terbiasa melafalkan niat sebelum berwudhu. Namun, para ulama menjelaskan bahwa tempat niat sebenarnya berada di dalam hati. Adapun melafalkan niat hanya bertujuan membantu menghadirkan niat dalam hati dan bukan termasuk syarat wajib.
2. Membasuh Seluruh Wajah
Setelah berniat, seseorang wajib membasuh seluruh wajah menggunakan air.
Batas wajah meliputi:
- Dari tempat tumbuh rambut kepala hingga dagu.
- Dari telinga kanan sampai telinga kiri.
Air harus mengenai seluruh bagian wajah tanpa ada yang terlewat.
3. Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku
Selanjutnya, kedua tangan dibasuh mulai dari ujung jari hingga siku.
Siku termasuk bagian yang wajib terkena air. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar sedikit melebihi batas siku untuk memastikan seluruh bagian telah terbasuh.
4. Mengusap Sebagian Kepala
Setelah membasuh kedua tangan, langkah berikutnya ialah mengusap kepala dengan air.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa mengusap sebagian kepala sudah memenuhi kewajiban. Sementara itu, sebagian ulama lainnya menganjurkan mengusap seluruh kepala sebagaimana praktik yang dilakukan Rasulullah ﷺ.
5. Membasuh Kedua Kaki Sampai Mata Kaki
Kedua kaki dibasuh hingga mencapai mata kaki.
Bagian tumit sering kali terlewat saat berwudhu. Padahal, Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan para sahabat agar tidak membiarkan bagian tumit tetap kering ketika berwudhu.
6. Tertib
Rukun terakhir ialah mengerjakan seluruh anggota wudhu sesuai urutan yang telah Allah sebutkan dalam Al-Qur’an.
Karena itu, seseorang tidak boleh mendahulukan kaki sebelum membasuh wajah atau mengubah urutan anggota wudhu tanpa alasan yang dibenarkan.
Apakah Wajib Wudhu Ada Empat?
Sebagian orang mengenal istilah “wajib wudhu ada empat”. Ungkapan tersebut berasal dari sebagian kitab fikih yang menggabungkan beberapa rukun menjadi satu kelompok.
Namun, menurut pendapat yang paling masyhur di kalangan ulama Syafi’iyah, rukun wudhu berjumlah enam sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu bingung apabila menemukan perbedaan jumlah tersebut dalam beberapa buku fikih.
Niat Wudhu Arab, Latin, dan Artinya
Niat merupakan pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya menghadirkan niat ketika mulai berwudhu.
Bacaan Niat Wudhu Arab
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitul wudhu-a liraf’il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta’ala.
Artinya
“Aku berniat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta’ala.”
Meskipun demikian, seseorang tetap dianggap sah berwudhu meskipun tidak melafalkan bacaan di atas, selama niat telah hadir di dalam hati.
Sunnah Wudhu yang Dianjurkan
Selain rukun yang wajib dikerjakan, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan beberapa sunnah yang dapat menyempurnakan wudhu.
Membaca Bismillah
Sebelum memulai wudhu, seorang muslim dianjurkan membaca:
بِسْمِ اللَّهِ
Dengan membaca basmalah, seorang muslim memulai ibadahnya dengan mengingat Allah Ta’ala.
Mencuci Kedua Telapak Tangan Terlebih Dahulu
Rasulullah ﷺ biasa mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai wudhu.
Kebiasaan ini membantu membersihkan tangan sebelum menyentuh anggota tubuh lainnya.
Bersiwak (Bersikat Gigi)
Selain itu, Rasulullah ﷺ sangat menyukai siwak.
Beliau bersabda:
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Saat ini, penggunaan sikat gigi juga dapat menjadi sarana menjaga kebersihan mulut.
Berkumur-Kumur
Berkumur termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Melalui berkumur, mulut menjadi lebih bersih sebelum seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat.
Memasukkan Air ke Hidung dan Mengeluarkannya
Setelah berkumur, Rasulullah ﷺ juga memasukkan air ke dalam hidung, kemudian mengeluarkannya kembali.
Kebiasaan ini membantu membersihkan rongga hidung dari debu dan kotoran.
Mendahulukan Anggota Tubuh Sebelah Kanan
Rasulullah ﷺ menyukai memulai berbagai aktivitas baik dari sebelah kanan. Karena itu, tangan kanan dan kaki kanan sebaiknya didahulukan ketika berwudhu.
Mengulang Basuhan Sebanyak Tiga Kali
Sebagian besar anggota wudhu dianjurkan untuk dibasuh sebanyak tiga kali.
Meskipun demikian, satu kali basuhan tetap sudah mencukupi dan sah.
Menyela Jari-Jari Tangan dan Kaki
Air perlu menjangkau sela-sela jari agar tidak ada bagian yang terlewat.
Karena itulah, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk menyela jari-jari saat berwudhu.
Mengusap Kedua Telinga
Sebagian ulama memasukkan telinga sebagai bagian dari kepala. Oleh sebab itu, mengusap kedua telinga menjadi sunnah yang sangat dianjurkan.
Tidak Berlebihan Menggunakan Air
Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk ketika berwudhu. Rasulullah ﷺ mencontohkan penggunaan air secukupnya dan melarang sikap berlebihan meskipun seseorang berada di tepi sungai yang airnya melimpah.
Apa Perbedaan Rukun dan Sunnah Wudhu?
Masih banyak orang yang menganggap seluruh gerakan wudhu memiliki kedudukan yang sama. Padahal, terdapat perbedaan yang cukup mendasar antara rukun dan sunnah.
Rukun wudhu wajib dikerjakan. Jika salah satunya tertinggal, maka wudhu menjadi tidak sah.
Sebaliknya, sunnah wudhu berfungsi sebagai penyempurna. Apabila seseorang meninggalkannya, maka wudhunya tetap sah, tetapi pahala dan keutamaannya menjadi berkurang.
Apa Perbedaan Rukun dan Sunnah Wudhu?
Masih banyak orang yang menganggap seluruh gerakan wudhu memiliki kedudukan yang sama. Padahal, terdapat perbedaan yang cukup mendasar antara rukun dan sunnah.
Rukun wudhu wajib dikerjakan. Jika salah satunya tertinggal, maka wudhu menjadi tidak sah.
Sebaliknya, sunnah wudhu berfungsi sebagai penyempurna. Apabila seseorang meninggalkannya, maka wudhunya tetap sah, tetapi pahala dan keutamaannya menjadi berkurang.
Pemahaman tersebut akan membantu setiap muslim menjalankan tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah secara lebih tenang dan tidak mudah bingung ketika menemukan perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Setelah memahami rukun dan sunnah wudhu, kini saatnya mempelajari praktiknya secara langsung. Bagian ini menjadi inti pembahasan karena banyak orang mencari tata cara wudhu yang benar dari awal sampai akhir agar dapat mempraktikkannya sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.
Urutan berikut menggabungkan rukun dan sunnah wudhu sehingga menghasilkan tata cara berwudhu yang lebih sempurna.
Tata Cara Wudhu yang Benar Langkah demi Langkah

1. Membaca Bismillah
Sebelum memulai wudhu, seorang muslim dianjurkan membaca:
بِسْمِ اللَّهِ
Artinya:
“Dengan nama Allah.”
Membaca basmalah termasuk sunnah yang sangat dianjurkan sebelum memulai ibadah.
Seorang muslim memulai segala sesuatu dengan mengingat Allah Ta’ala. Wudhu bukan sekadar aktivitas membersihkan tubuh, melainkan ibadah yang dilakukan demi mencari ridha-Nya.
2. Mencuci Kedua Telapak Tangan Sebanyak Tiga Kali
Langkah berikutnya ialah mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
Gerakan ini bertujuan membersihkan tangan sebelum menyentuh anggota tubuh lainnya.
Sebaiknya sela-sela jari juga ikut dibersihkan agar tidak ada kotoran yang tersisa.
Tangan merupakan anggota tubuh yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Saat membasuh tangan, seorang muslim mengingat bahwa kedua tangannya harus digunakan untuk melakukan kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa.
3. Berkumur-Kumur Sebanyak Tiga Kali
Setelah itu, ambillah air menggunakan tangan kanan lalu gunakan untuk berkumur.
Aktivitas ini membantu membersihkan mulut dari sisa makanan dan bau yang kurang sedap.
Lisan dapat menjadi sebab seseorang memperoleh pahala atau justru terjerumus dalam dosa. Saat berkumur, seorang muslim mengingat pentingnya menjaga ucapan dari ghibah, fitnah, dusta, dan perkataan yang menyakiti orang lain.
4. Membersihkan Hidung (Istinsyaq dan Istintsar)
Masukkan air ke dalam hidung secara perlahan (Istinsyaq), kemudian keluarkan kembali (Istintsar).
Gerakan wudhu ini termasuk sunnah Rasulullah ﷺ dan membantu membersihkan rongga hidung dari debu maupun kotoran.
Seorang muslim hendaknya menjaga diri dari kesombongan dan senantiasa menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah Ta’ala.
Anda dapat bayangkan jika kita tidak berwudhu sebanyak 5 kali, bertapa kotornya hidung kita. Oleh karena itu, marilah kita bersyukur diberikan petunjuk melalui Rasulullah S.A.W, para Sahabat, dan para Ulama.
5. Membasuh Seluruh Wajah Sambil Menghadirkan Niat
Inilah rukun pertama yang wajib dikerjakan.
Saat mulai membasuh wajah, hadirkan niat di dalam hati untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta’ala.
Seluruh bagian wajah harus terkena air, mulai dari batas rambut kepala hingga dagu, serta dari telinga kanan sampai telinga kiri.
Apabila memiliki jenggot yang tebal, sela-sela jenggot juga dianjurkan untuk dibersihkan.
Wajah merupakan bagian tubuh yang pertama kali dilihat orang lain. Saat membasuh wajah, seorang muslim berharap Allah Ta’ala menerangi wajahnya pada hari kiamat serta menjaga pandangannya dari hal-hal yang haram.
6. Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku
Setelah wajah selesai dibasuh, lanjutkan dengan membasuh tangan kanan hingga siku sebanyak tiga kali.
Selanjutnya, lakukan hal yang sama pada tangan kiri.
Bagian siku wajib terkena air karena termasuk anggota wudhu yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Seorang muslim berjanji untuk menggunakan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya dalam perkara yang diridhai Allah Ta’ala, bukan untuk menzalimi atau menyakiti orang lain.
7. Mengusap Kepala
Basahi kedua tangan, lalu usapkan ke kepala (rambut, jika ada).
Sebagian ulama membolehkan mengusap sebagian kepala. Akan tetapi, mengusap seluruh kepala lebih mendekati praktik yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Kepala merupakan tempat akal dan pikiran. Saat mengusap kepala, seorang muslim memohon agar Allah Ta’ala membimbing pikirannya menuju ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan dirinya dari pemikiran yang menyimpang.
8. Mengusap Kedua Telinga
Setelah mengusap kepala, lanjutkan dengan mengusap telinga menggunakan air yang masih tersisa pada tangan.
Jari telunjuk digunakan untuk membersihkan bagian dalam telinga, sedangkan ibu jari digunakan untuk mengusap bagian luarnya.
Seorang muslim memohon agar Allah Ta’ala menjaga pendengarannya dari perkataan yang sia-sia dan memberikan kemampuan untuk mendengarkan nasihat serta kebenaran.
9. Membasuh Kedua Kaki Sampai Mata Kaki
Kaki kanan dibasuh terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan kaki kiri.
Pastikan seluruh bagian kaki terkena air, termasuk sela-sela jari dan bagian tumit yang sering terlewat.
Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan:
“Celakalah tumit-tumit yang tidak terkena air dari api neraka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, setiap muslim sebaiknya memperhatikan bagian kaki secara lebih teliti.
Kedua kaki akan membawa seseorang menuju tempat-tempat yang baik ataupun sebaliknya. Saat membasuh kaki, seorang muslim berharap agar Allah Ta’ala membimbing langkahnya menuju masjid, majelis ilmu, dan berbagai amal saleh.
10. Melakukan Semua Urutan Secara Tertib
Tertib termasuk rukun wudhu wajib.
Artinya, seluruh anggota wudhu harus dikerjakan sesuai urutan yang telah Allah sebutkan dalam Surah Al-Maidah ayat 6.
Islam mengajarkan keteraturan, kedisiplinan, dan ketaatan. Keteraturan dalam wudhu menjadi latihan bagi seorang muslim untuk taat kepada aturan Allah Ta’ala dalam seluruh aspek kehidupan.
Ringkasan Urutan Wudhu yang Benar
Berikut urutan tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah:
- Membaca basmalah.
- Mencuci kedua telapak tangan.
- Berkumur-kumur.
- Membersihkan hidung.
- Membasuh wajah sambil berniat.
- Membasuh kedua tangan hingga siku.
- Mengusap kepala.
- Mengusap telinga.
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
- Melakukan seluruh urutan secara tertib.
Urutan tersebut menjadi jawaban bagi banyak orang yang mencari informasi tentang cara berwudhu yang benar, gerakan wudhu, maupun tata cara wudhu dan doanya.
Doa Setelah Wudhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Setelah menyelesaikan wudhu, seorang muslim dianjurkan membaca doa sesudah wudhu.
Bacaan Doa Setelah Wudhu dalam Bahasa Arab
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin
Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriin.
Artinya
“Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri.”
Hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa orang yang membaca doa tersebut setelah menyempurnakan wudhu akan dibukakan delapan pintu surga.
Apakah Ada Doa Sebelum Wudhu?
Banyak orang mencari informasi mengenai doa sebelum wudhu. Namun, tidak terdapat doa khusus yang panjang sebelum berwudhu.
Rasulullah ﷺ hanya menganjurkan membaca basmalah ketika memulai wudhu.
Karena itu, bacaan:
بِسْمِ اللَّهِ
sudah mencukupi sebagai pembuka sebelum melaksanakan wudhu.
Apakah Wudhu Harus Tiga Kali?
Pertanyaan ini cukup sering muncul di kalangan masyarakat.
Basuhan sebanyak tiga kali termasuk sunnah Rasulullah ﷺ. Akan tetapi, satu kali basuhan sebenarnya sudah sah selama air telah mengenai seluruh anggota wudhu.
Rasulullah ﷺ pernah berwudhu satu kali, dua kali, dan tiga kali. Oleh sebab itu, ketiganya diperbolehkan.
Apakah Telinga Termasuk Bagian Kepala?
Mayoritas ulama memandang telinga sebagai bagian dari kepala.
Karena itu, mengusap telinga termasuk sunnah yang sangat dianjurkan dalam tata cara wudhu yang benar.
Apakah Berbicara Saat Wudhu Membatalkan Wudhu?
Berbicara ketika berwudhu tidak membatalkan wudhu.
Meskipun demikian, menjaga adab dan menghindari percakapan yang tidak diperlukan akan membantu seseorang lebih khusyuk dalam beribadah.
Setelah mengetahui urutan tata cara wudhu yang benar, seorang muslim juga perlu memahami hal-hal yang dapat membatalkan wudhu. Pengetahuan ini penting karena wudhu yang sudah dilakukan dapat menjadi batal akibat beberapa sebab tertentu.
Selain itu, masih banyak kesalahan yang sering terjadi saat berwudhu. Padahal, kesalahan kecil tersebut dapat memengaruhi kesempurnaan ibadah.
Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu
Para ulama menjelaskan beberapa perkara yang dapat membatalkan wudhu. Oleh karena itu, seseorang perlu mengulangi wudhunya apabila mengalami salah satu keadaan berikut.
Keluar Sesuatu dari Kemaluan atau Dubur
Hal yang paling umum membatalkan wudhu ialah keluarnya sesuatu dari jalan depan maupun belakang.
Contohnya:
- Buang air kecil.
- Buang air besar.
- Kentut.
- Madzi.
- Wadi.
Karena itu, seseorang wajib berwudhu kembali sebelum melaksanakan shalat.
Tidur Nyenyak
Tidur yang membuat seseorang kehilangan kesadaran termasuk pembatal wudhu.
Sebaliknya, tidur ringan dalam keadaan duduk dan masih sadar terhadap keadaan sekitarnya menurut sebagian ulama tidak membatalkan wudhu.
Hilang Akal
Pingsan, mabuk, atau gangguan yang menyebabkan hilangnya kesadaran juga termasuk pembatal wudhu.
Dalam keadaan tersebut, seseorang tidak lagi mengetahui apa yang terjadi pada dirinya sehingga ia perlu bersuci kembali.
Menyentuh Kemaluan Secara Langsung
Sebagian ulama berpendapat bahwa menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang membatalkan wudhu.
Pendapat ini berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ:
“Barang siapa menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudhu.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masalah ini. Karena itu, mengikuti pendapat mazhab yang dianut di lingkungan masing-masing menjadi pilihan yang baik.
Bersentuhan dengan Lawan Jenis, Apakah Membatalkan Wudhu?
Masalah ini juga termasuk persoalan yang diperselisihkan para ulama.
Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dapat membatalkan wudhu.
Sementara itu, sebagian ulama dari mazhab lain berpendapat bahwa sentuhan biasa tidak membatalkan wudhu selama tidak disertai syahwat.
Perbedaan pendapat tersebut menunjukkan keluasan rahmat dalam Islam. Oleh sebab itu, seorang muslim sebaiknya mengikuti pendapat ulama yang terpercaya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Berwudhu
Meskipun terlihat sederhana, masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam tata cara berwudhu.
Terburu-Buru Saat Membasuh Anggota Wudhu
Kesalahan ini cukup sering terjadi, terutama ketika hendak mengejar waktu shalat berjamaah.
Akibatnya, sebagian anggota tubuh tidak terkena air secara sempurna.
Karena itu, sebaiknya setiap muslim melaksanakan wudhu dengan tenang tanpa tergesa-gesa.
Bagian Tumit Tidak Terkena Air
Banyak orang hanya membasuh bagian atas kaki, sedangkan tumit dan sela-sela jari justru terlewat.
Padahal, Rasulullah ﷺ secara khusus mengingatkan masalah ini.
Tidak Membersihkan Sela-Sela Jari
Sela-sela jari tangan dan kaki sering kali luput dari perhatian.
Padahal, bagian tersebut juga harus terkena air agar tata cara wudhu yang benar dapat terlaksana secara sempurna.
Cat Kuku atau Penghalang Air Masih Menempel
Lapisan yang menghalangi sampainya air ke kulit dapat menyebabkan wudhu tidak sah.
Karena itu, seseorang perlu memastikan tidak ada:
- Cat kuku.
- Lem yang tebal.
- Lapisan bahan kedap air.
- Kotoran yang menutupi kulit.
Boros Menggunakan Air
Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal.
Rasulullah ﷺ mencontohkan penggunaan air secara sederhana meskipun sumber air sangat melimpah.
Kebiasaan berlebihan justru bertentangan dengan ajaran Islam.
Tidak Menjaga Urutan Wudhu
Sebagian orang terkadang lupa urutan anggota wudhu.
Padahal, tertib termasuk rukun wudhu wajib. Karena itu, susunan anggota wudhu tidak boleh diacak.
Tips Mengajarkan Tata Cara Wudhu kepada Anak
Anak-anak sebaiknya mulai belajar tata cara wudhu sejak usia dini.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Memberikan contoh secara langsung.sholat
- Mengajarkan gerakan wudhu satu per satu.
- Menggunakan gambar atau ilustrasi.
- Mengajak anak berlatih secara rutin.
- Memberikan pujian ketika anak berhasil melakukannya.
Kebiasaan tersebut akan membantu anak mencintai ibadah sejak kecil.
Baca juga mengenai: Bacaan Sholat Lengkap Beserta Artinya agar kita dapat melaksanakan sholat secara khusyu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Tata Cara Wudhu
Apakah niat wudhu harus dilafalkan?
Apakah wudhu harus tiga kali?
Tidak. Satu kali basuhan sudah sah. Namun, tiga kali basuhan lebih utama karena sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.
Apakah mengusap seluruh kepala wajib?
Sebagian ulama membolehkan mengusap sebagian kepala. Sementara itu, mengusap seluruh kepala lebih mendekati praktik Rasulullah ﷺ.
Apakah telinga termasuk anggota wudhu?
Mayoritas ulama memandang telinga sebagai bagian dari kepala sehingga mengusap telinga termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.
Apakah darah membatalkan wudhu?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa darah yang keluar dari selain kemaluan tidak membatalkan wudhu. Namun, sebagian ulama memiliki pendapat yang berbeda.
Apakah muntah membatalkan wudhu?
Sebagian ulama berpendapat muntah dalam jumlah banyak membatalkan wudhu, sedangkan ulama lainnya berpendapat tidak.
Apakah berbicara saat berwudhu membatalkan wudhu?
Tidak. Berbicara tidak membatalkan wudhu.
Apakah tertawa membatalkan wudhu?
Tertawa tidak membatalkan wudhu. Akan tetapi, tertawa saat shalat dapat memengaruhi kekhusyukan dan tidak menjaga adab terhadap Allah Ta’ala.
Baca juga mengenai: Shalat Sunnah Rawatib: Pengertian, Jenis, Tata Cara, dan Keutamaannya
Penutup
Memahami tata cara wudhu yang benar merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Wudhu bukan hanya aktivitas membasuh anggota tubuh, melainkan ibadah yang Allah syariatkan sebagai persiapan sebelum menghadap-Nya dalam shalat.
Setiap muslim hendaknya mempelajari tata cara berwudhu, memahami rukun wudhu wajib, mengamalkan sunnah wudhu, serta membiasakan membaca doa wudhu setelah selesai bersuci.
Selain memperbaiki diri sendiri, orang tua juga sebaiknya mengajarkan tata cara wudhu dan doanya kepada anak-anak sejak usia dini. Kebiasaan tersebut akan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai kebersihan, menjaga kesucian, dan semakin dekat kepada Allah Ta’ala.
Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita semua agar dapat menyempurnakan wudhu sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ dan menerima seluruh amal ibadah yang kita kerjakan. Aamiin.
Silahkan share artikel ini ke status WA, ke saudara-saudara dan kerabat Anda, boleh juga share ke media sosial agar senantiasa mendapatkan amalan yang baik.
(oleh Rachmad Igen)









