Shalat Sunnah Rawatib: Pengertian, Jenis, Tata Cara, dan Keutamaannya

Jun 10, 2026 | Artikel Islam

Dalam kehidupan seorang Muslim, shalat sunnah rawatib menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki hubungan erat dengan salat wajib lima waktu. Rasulullah ﷺ sendiri menjaga amalan ini secara rutin sehingga para sahabat pun meneladaninya.

Shalat sunnah rawatib merupakan salat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah salat fardu. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap, melainkan juga sarana mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, menyempurnakan kekurangan dalam salat wajib, sekaligus menjadi investasi pahala untuk kehidupan akhirat.

Selain itu, amalan ini tergolong mudah dilakukan karena pelaksanaannya menyatu dengan salat lima waktu yang sudah menjadi rutinitas harian seorang Muslim. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila banyak ulama menganjurkan umat Islam agar berusaha menjaga shalat sunnah rawatib secara istiqamah.

Apa Itu Shalat Sunnah Rawatib?

Shalat sunnah rawatib termasuk ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkannya, tetapi juga memberikan contoh nyata dengan senantiasa menjaganya.

Pengertian Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah salat sunnah yang mengiringi salat wajib lima waktu, yang pelaksanaannya sebelum maupun sesudah salat fardu.

Arti Shalat Sunnah Rawatib dalam Islam

Shalat rawatib merupakan ibadah sunnah yang memiliki keterkaitan langsung dengan salat wajib. Pelaksanaannya menjadi salah satu bentuk penyempurna ibadah seorang Muslim.

Makna Kata Rawatib Secara Bahasa

Kata rawatib berasal dari bahasa Arab الرَّوَاتِب yang berarti sesuatu yang dilakukan secara tetap atau terus-menerus. Karena itu, shalat ini dinamakan rawatib sebab Rasulullah ﷺ melaksanakannya secara rutin.

Hubungan Shalat Rawatib dengan Shalat Wajib

Shalat rawatib berfungsi sebagai pengiring salat fardu. Pelaksanaannya terbagi menjadi shalat qabliyah yang dikerjakan sebelum salat wajib dan shalat ba’diyah yang dikerjakan sesudahnya.

Dalil Disyariatkannya Shalat Sunnah Rawatib

Anjuran melaksanakan shalat rawatib dijelaskan dalam berbagai hadis sahih.

Hadis Ummu Habibah tentang Dua Belas Rakaat Rawatib

Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ، إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan dua belas rakaat salat sunnah selain salat wajib setiap hari, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”

(HR. Muslim no. 728)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan menjaga shalat sunnah rawatib.

Kebiasaan Rasulullah ﷺ Menjaga Shalat Rawatib

Rasulullah ﷺ menjaga sebagian besar shalat rawatib sepanjang hidup beliau. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa amalan ini memiliki kedudukan yang penting.

Kedudukan Shalat Sunnah dalam Menyempurnakan Ibadah

Shalat sunnah berfungsi membantu menutupi kekurangan yang mungkin terjadi dalam salat wajib. Oleh sebab itu, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk menjaganya.

Tata Cara Mengerjakan Shalat Sunnah Rawatib

Grafis Tata Cara Mengerjakan Shalat Sunnah Rawatib

Pelaksanaan shalat sunnah rawatib pada dasarnya sama seperti salat sunnah lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada waktu pelaksanaan dan niat sesuai dengan salat yang mengiringinya.

Niat Shalat Sunnah Rawatib

Niat menjadi pembeda antara satu salat sunnah dengan salat sunnah lainnya. Meskipun demikian, niat pada hakikatnya cukup dihadirkan di dalam hati.

Niat Shalat Qabliyah Subuh

Shalat dua rakaat sebelum Subuh memiliki keutamaan yang sangat besar. Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar seorang Muslim berusaha menjaganya setiap hari.

Niat Shalat Qabliyah dan Ba’diyah Zuhur

Shalat sunnah yang mengiringi Zuhur terdiri atas empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya. Pelaksanaannya menjadi bagian dari dua belas rakaat rawatib yang sangat dianjurkan.

Niat Shalat Ba’diyah Magrib dan Isya

Dua rakaat sesudah Magrib dan dua rakaat sesudah Isya termasuk rawatib muakkad yang rutin dikerjakan Rasulullah ﷺ.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Shalat

Pelaksanaan shalat rawatib sama seperti salat sunnah lainnya.

Takbiratul Ihram hingga Rukuk

  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Membaca surah Al-Fatihah.
  • Membaca salah satu surah dari Al-Qur’an.
  • Rukuk.

Sujud dan Tasyahud

  • I’tidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Tasyahud.

Salam sebagai Penutup Shalat

  • Mengucapkan salam ke kanan.
  • Mengucapkan salam ke kiri.

Bacaan lengkap dalam salat dapat dipelajari melalui artikel Bacaan Sholat Lengkap dan Artinya Berdasarkan Dalil.

Panduan tersebut memuat bacaan salat dari takbiratul ihram hingga salam beserta dalil-dalilnya sehingga dapat membantu menyempurnakan ibadah sehari-hari.

Tempat yang Lebih Utama untuk Mengerjakan Rawatib

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk menghidupkan rumah dengan ibadah. Oleh sebab itu, salat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah apabila tidak ada halangan.

Keutamaan Shalat Sunnah di Rumah

Pelaksanaan salat sunnah di rumah dapat menghadirkan suasana ibadah dalam keluarga. Selain itu, rumah yang digunakan untuk beribadah akan terasa lebih hidup dan penuh keberkahan.

Dalil Hadis tentang Shalat Sunnah di Rumah

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Kerjakanlah salat di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya salat terbaik seseorang adalah salat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali salat wajib.”

(HR. Bukhari no. 731 dan Muslim no. 781)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa salat sunnah memiliki keutamaan apabila kita kerjakan di rumah, sedangkan salat wajib lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Kondisi yang Membolehkan Shalat di Masjid

Shalat sunnah rawatib tetap sah apabila dikerjakan di masjid. Bahkan, banyak kaum Muslimin yang melaksanakannya sebelum atau sesudah salat berjamaah.

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Menurut Hadis Sahih

Shalat sunnah rawatib memiliki banyak keutamaan. Ganjarannya tidak hanya kita dapati di dunia, tetapi juga menjadi bekal yang sangat berharga di akhirat.

Allah Ta’ala Membangunkan Rumah di Surga

Janji rumah di surga menjadi salah satu keutamaan terbesar bagi orang yang menjaga shalat rawatib.

Hadis Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha

Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ، إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan dua belas rakaat salat sunnah selain salat wajib setiap hari, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”

(HR. Muslim no. 728)

Makna Rumah di Surga bagi Orang yang Menjaganya

Janji tersebut menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang menjaga ibadah sunnah. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca artikel Rumah di Surga Hadiah Rajin Sholat Sunnah Rawatib.

Pentingnya Konsisten dalam Beramal

Amalan yang kita lakukan secara terus-menerus lebih dicintai daripada amalan yang besar tetapi jarang dilakukan.

Menyempurnakan Kekurangan Salat Wajib

Shalat sunnah memiliki fungsi penting sebagai penyempurna kekurangan dalam salat wajib.

Amalan Pertama yang Dihisab pada Hari Kiamat

Salat menjadi amalan pertama yang diperiksa pada hari kiamat. Oleh sebab itu, kualitas salat sangat menentukan keberuntungan seorang hamba.

Peran Shalat Sunnah sebagai Penyempurna

Kekurangan yang terjadi dalam salat wajib dapat disempurnakan melalui salat sunnah yang dikerjakan selama di dunia.

Dalil tentang Penyempurna Salat Fardu

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ، فَيُكَمَّلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيضَةِ

“Sesungguhnya amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, maka ia beruntung dan berhasil. Namun, jika salatnya rusak, maka ia merugi. Apabila terdapat kekurangan pada salat wajibnya, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki salat sunnah.’ Lalu kekurangan pada salat wajibnya disempurnakan melalui salat sunnah tersebut.”

(HR. Abu Dawud no. 864, At-Tirmidzi no. 413, dan An-Nasa’i no. 465)

Meneladani Ibadah Rasulullah ﷺ

Menjaga shalat rawatib berarti mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

Shalat yang Paling Dijaga Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan shalat rawatib, terutama dua rakaat sebelum Subuh.

Bukti Kecintaan Rasulullah terhadap Rawatib

Konsistensi Rasulullah ﷺ dalam melaksanakan rawatib menjadi bukti pentingnya amalan tersebut.

Menjadikan Sunnah sebagai Gaya Hidup

Kebiasaan menjalankan sunnah akan membantu seorang Muslim meningkatkan kualitas ibadahnya dari waktu ke waktu.

Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

Shalat sunnah rawatib terbagi menjadi rawatib muakkad dan rawatib ghairu muakkad. Keduanya sama-sama berpahala meskipun tingkat penekanannya berbeda.

Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Rawatib muakkad merupakan salat sunnah yang sangat ditekankan karena Rasulullah ﷺ hampir tidak pernah meninggalkannya.

  • Dua Rakaat Sebelum Subuh. Shalat dua rakaat sebelum Subuh termasuk rawatib yang paling dijaga Rasulullah ﷺ.
  • Empat Rakaat Sebelum dan Sesudah Zuhur. Enam rakaat yang mengiringi salat Zuhur juga termasuk bagian dari dua belas rakaat rawatib.
  • Dua Rakaat Sesudah Magrib dan Dua Rakaat Sesudah Isya. Kedua salat tersebut menjadi penutup rangkaian dua belas rakaat rawatib muakkad.

Shalat-shalat tersebut memiliki pahala yang sangat besar dan layak untuk kita jaga setiap hari.

Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Muakkad

Rawatib ghairu muakkad tidak sekuat rawatib muakkad dari sisi anjuran, tetapi tetap memiliki keutamaan.

Shalat Sunnah Sebelum Ashar

Rasulullah ﷺ bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan empat rakaat sebelum Ashar.”

(HR. Abu Dawud no. 1271 dan At-Tirmidzi no. 430)

Shalat Sunnah Sebelum Magrib

Rasulullah ﷺ juga menganjurkan pelaksanaan salat sunnah sebelum Magrib.

Shalat Sunnah Sebelum Isya

Sebagian ulama memasukkannya ke dalam rawatib ghairu muakkad karena terdapat anjuran umum melaksanakan salat sunnah di antara azan dan iqamah.

Keberadaan rawatib ghairu muakkad menunjukkan luasnya kesempatan seorang Muslim untuk menambah pahala.

Jumlah 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

Jumlah dua belas rakaat merupakan susunan rawatib yang paling dikenal di kalangan umat Islam.

Pembagian Rakaat dalam Sehari Semalam

  • 2 rakaat sebelum Subuh.
  • 4 rakaat sebelum Zuhur.
  • 2 rakaat sesudah Zuhur.
  • 2 rakaat sesudah Magrib.
  • 2 rakaat sesudah Isya.

Pembagian tersebut berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Dalil Hadis tentang Dua Belas Rakaat

Hadis Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha menjadi landasan utama pembagian dua belas rakaat tersebut.

Keutamaan Menjaga Seluruh Rawatib Muakkad

Allah Ta’ala menjanjikan rumah di surga bagi orang yang menjaga amalan tersebut secara istiqamah.

Memahami Shalat Qabliyah dan Ba’diyah

Istilah qabliyah dan ba’diyah sangat erat kaitannya dengan shalat sunnah rawatib.

Pengertian Shalat Qabliyah

Qabliyah berarti salat sunnah yang dikerjakan sebelum salat wajib.

Definisi Shalat Sebelum Salat Fardu

Pelaksanaan shalat qabliyah dimulai setelah masuk waktu salat dan sebelum iqamah.

Contoh Shalat Qabliyah dalam Lima Waktu

Qabliyah Subuh dan qabliyah Zuhur termasuk contoh yang paling umum.

Waktu Pelaksanaan Shalat Qabliyah

Waktu pelaksanaannya berlangsung sebelum salat fardu dikerjakan.

Pengertian Shalat Ba’diyah

Ba’diyah berarti salat sunnah yang dikerjakan sesudah salat wajib.

Definisi Shalat Sesudah Salat Fardu

Pelaksanaan shalat ba’diyah dilakukan setelah salam dari salat wajib.

Contoh Shalat Ba’diyah yang Dianjurkan

Ba’diyah Zuhur, Magrib, dan Isya termasuk yang paling dianjurkan.

Waktu Pelaksanaan Shalat Ba’diyah

Shalat ini dapat dikerjakan segera setelah salat wajib selesai.

Perbedaan Qabliyah dan Ba’diyah

Perbedaan keduanya hanya terletak pada waktu pelaksanaannya.

  • Perbedaan dari Segi Waktu. Qabliyah dilakukan sebelum salat wajib, sedangkan ba’diyah sesudah salat wajib.
  • Perbedaan dari Segi Jumlah Rakaat. Jumlah rakaat masing-masing salat berbeda sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Persamaan Keduanya sebagai Shalat Rawatib: Keduanya sama-sama termasuk ibadah sunnah yang mengiringi salat wajib.

Manfaat Shalat Sunnah Rawatib bagi Kehidupan Seorang Muslim

Shalat sunnah rawatib tidak hanya memberikan pahala di akhirat, tetapi juga membawa berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah tersebut dapat dirasakan pada aspek batin, keimanan, fisik, hingga kehidupan setelah kematian.

Manfaat bagi Ketenangan Batin

Semakin sering seorang Muslim beribadah kepada Allah Ta’ala, semakin besar pula ketenangan yang akan dirasakan dalam hatinya.

Membantu Hati Lebih Tenang dengan Mengingat Allah

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar-Ra’d ayat 28)

Shalat rawatib menjadi salah satu sarana untuk memperbanyak zikir dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala sehingga hati menjadi lebih tenteram.

Mengurangi Kegelisahan Akibat Kesibukan Dunia

Rutinitas ibadah membantu seseorang berhenti sejenak dari kesibukan dunia. Karena itu, shalat rawatib dapat menjadi waktu untuk bermuhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Allah Ta’ala.

Membiasakan Diri Bermunajat kepada Allah Ta’ala

Semakin sering seorang hamba berdiri dalam salat, semakin terbiasa pula dirinya untuk memohon pertolongan dan ampunan kepada Rabb-nya.

Manfaat bagi Keimanan

Ibadah sunnah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas iman seorang Muslim.

Menambah Kedekatan kepada Allah Ta’ala

Shalat rawatib membantu seorang Muslim memperbanyak amal saleh dan mempererat hubungannya dengan Allah Ta’ala.

Mendapatkan Cinta dari Allah Ta’ala Melalui Amalan Sunnah

Dalam hadis qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang digunakan untuk mendengar, penglihatannya yang digunakan untuk melihat, tangannya yang digunakan untuk memegang, dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya.”

(HR. Bukhari no. 6502)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amalan sunnah memiliki kedudukan yang sangat besar dalam kehidupan seorang mukmin.

Membentuk Kebiasaan Istiqamah dalam Ibadah

Kebiasaan melaksanakan rawatib setiap hari akan melatih kedisiplinan dan membantu menjaga semangat beribadah.

Manfaat bagi Fisik dan Kehidupan Sehari-Hari

Tujuan utama salat tetap sebagai ibadah kepada Allah Ta’ala. Meskipun demikian, rutinitas ibadah tersebut juga menghadirkan berbagai hikmah dalam kehidupan sehari-hari.

  • Membiasakan Tubuh Tetap Aktif. Gerakan berdiri, rukuk, sujud, dan duduk dalam salat membantu tubuh tetap bergerak secara teratur.
  • Melatih Disiplin dan Pengelolaan Waktu. Shalat rawatib mengajarkan seorang Muslim untuk menghargai waktu dan membiasakan diri hidup lebih teratur.
  • Menjadikan Aktivitas Harian Lebih Tertata. Rutinitas ibadah yang dilakukan secara konsisten sering kali membantu seseorang menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Manfaat di Akhirat

Ganjaran terbesar dari shalat sunnah rawatib akan dirasakan pada kehidupan setelah kematian.

  • Mendapatkan Rumah di Surga. Hadis Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha menunjukkan bahwa Allah Ta’ala menjanjikan rumah di surga bagi orang yang menjaga dua belas rakaat rawatib setiap hari.
  • Menyempurnakan Kekurangan Salat Wajib. Shalat sunnah menjadi pelengkap kekurangan yang mungkin terjadi pada salat fardu ketika hari hisab tiba.
  • Menambah Timbangan Amal Kebaikan. Setiap rakaat yang dikerjakan akan menjadi bagian dari amal saleh yang bermanfaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.

Keutamaan Khusus Shalat Sunnah Sebelum Subuh

Di antara seluruh shalat rawatib, dua rakaat sebelum Subuh memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Shalat yang Sangat Dijaga Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan pelaksanaan dua rakaat sebelum Subuh dan hampir tidak pernah meninggalkannya.

Kesaksian Aisyah Radhiyallahu ‘Anha

Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sangat menjaga shalat sunnah sebelum Subuh dibandingkan sebagian besar ibadah sunnah lainnya.

Rasulullah ﷺ Tidak Pernah Meremehkannya

Konsistensi Nabi ﷺ menunjukkan betapa besar keutamaan ibadah tersebut.

Kedudukannya di Antara Shalat Sunnah Lain

Shalat qabliyah Subuh memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan banyak amalan sunnah lainnya.

Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya

Keutamaan ini disebutkan secara langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam hadis sahih.

Hadis Sahih dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah ﷺ bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”

(HR. Muslim no. 725)

Makna Keutamaan yang Sangat Besar

Hadis tersebut menunjukkan bahwa nilai pahala dua rakaat sebelum Subuh jauh lebih berharga daripada seluruh kenikmatan dunia.

Pelajaran bagi Seorang Muslim

Seorang Muslim hendaknya tidak meremehkan amalan yang tampak kecil, karena bisa jadi amalan tersebut memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah Ta’ala.

Hikmah Membiasakan Shalat Sunnah Rawatib dalam Kehidupan

Istiqamah dalam melaksanakan shalat rawatib akan memberikan pengaruh positif terhadap karakter seorang Muslim.

Membentuk Karakter Seorang Muslim

Kebiasaan menjaga ibadah akan membentuk pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

  • Menumbuhkan Kedisiplinan. Pelaksanaan rawatib secara rutin membantu seseorang terbiasa menghargai waktu.
  • Membiasakan Ketaatan kepada Allah Ta’ala. Ketaatan dalam perkara sunnah akan membantu seorang Muslim menjaga kewajiban dengan lebih baik.
  • Menjaga Konsistensi dalam Beribadah. Istiqamah termasuk salah satu tanda kesungguhan seorang hamba dalam beribadah.

Menjadikan Salat Lebih Berkualitas

Shalat rawatib memiliki pengaruh positif terhadap kualitas salat wajib.

Membantu Meningkatkan Kekhusyukan

Pelaksanaan qabliyah sering kali membantu mempersiapkan hati sebelum memasuki salat fardu.

Menyempurnakan Persiapan Sebelum Salat Wajib

Seorang Muslim yang terbiasa mengerjakan rawatib akan lebih siap menjalankan salat wajib dengan tenang.

Menutup Kekurangan dalam Ibadah

Shalat sunnah menjadi pelengkap bagi kekurangan yang mungkin terjadi dalam salat wajib.

Investasi Amal untuk Kehidupan Akhirat

Setiap ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal menuju akhirat.

Mengumpulkan Pahala Setiap Hari

Rawatib merupakan amalan yang dapat dilakukan setiap hari sehingga pahala yang terkumpul pun terus bertambah.

Memperbesar Harapan Memperoleh Rahmat Allah Ta’ala

Rahmat Allah Ta’ala menjadi harapan terbesar bagi setiap mukmin dalam meraih keselamatan di akhirat.

Menjadikan Rawatib sebagai Bekal Menuju Surga

Rumah di surga yang dijanjikan bagi penjaga rawatib menjadi motivasi besar untuk terus istiqamah.

Penutup

Shalat sunnah rawatib merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Meskipun hukumnya sunnah, keutamaannya sangat besar karena dapat menyempurnakan salat wajib, mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, serta menjadi sebab dibangunkannya rumah di surga.

Oleh sebab itu, setiap Muslim sebaiknya berusaha membiasakan diri menjaga shalat sunnah rawatib sesuai kemampuan. Amalan yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit, lebih dicintai oleh Allah Ta’ala daripada amalan yang besar tetapi jarang dilakukan.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan kepada kita semua untuk senantiasa menjaga salat wajib dan menghiasi kehidupan dengan berbagai amalan sunnah yang dicintai-Nya. Aamiin.

Follow Sosial Media At Taqwa :

Berita Terkait

NILAI-NILAI HIJRAH RASULULLAH SAW SEBAGAI INSPIRASI KEHIDUPAN

NILAI-NILAI HIJRAH RASULULLAH SAW SEBAGAI INSPIRASI KEHIDUPAN

Oleh, Dr. H. Ahmad Syathori, M.Ag Pengurus Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di...

MENJAGA AKAL, MENYELAMATKAN PERADABAN

MENJAGA AKAL, MENYELAMATKAN PERADABAN

(Refleksi Islam: Hari Anti Narkotika International 26 Juni 2026) Oleh, Prof.Dr.H.Achmad Kholiq, MA (Guru Besar Hukum Islam UIN Syeikh Nurjatin Cirebon) A.    Pengantar Setiap tanggal 26 Juni, dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional sebagai...

MEMAKNAI TAHUN BARU HIJRIAH

MEMAKNAI TAHUN BARU HIJRIAH

Oleh, KH. Abdus Salam (Pengajar di Pondok Pesantren Tihamah, Cirebon) A. Pembukaan Kita telah memasuki tahun baru hijriah 1448 yang diawali dengan bulan Muharram berdasarkan ketetapan khalifah Umar bin Khatthab setelah berkonsultasi dengan para sahabat. Dipilihnya...