TIGA TINGKATAN MENJADI INSAN KAMIL

Agu 16, 2019 | Artikel, Artikel Islam, Berita

AMC – Jumat (16/8/19) At-Taqwa Centre menggelar apel rutin di plaza Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon. Seperti biasa apel dilaksanakan dari pukul 08.00 – 08.30 WIB. Apel rutin dikomandani oleh security At-Taqwa Centre bernama Rochman. Sebelum apel dimulai, Subagja membacakan ayat suci Al-Quran untuk menambah keberkahan acara apel pagi. Adapun yang bertindak sebagai penceramah tausiyah singkat adalah Dr. H. Syahruddin, M. Ag.

Dalam tausiyah singkatnya, Syahruddin menyampaikan materi terkait insan kamil. Insan kamil dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai manusia sempurna. Manusia yang sempurna di sisi Allah adalah manusia yang senantiasa beribadah kepada Allah Swt. Allah Swt menilai manusia dari ketakwaannya, bukan dari paras, harta maupun tahta yang sedang dipegangnya. Cara menjadi insan kamil ada tiga tingkatan yaitu hablum minallah, hablum minan nas, dan hablum minal alam.

Hablum minallah adalah hubungan manusia dengan Allah. Hablum minallah ditunjukkan dengan beribadah, puasa, shalat, zikir, haji dan membaca Al-Quran. Hablum minan nas adalah hubungan manusia dengan sesama manusia. Hablum mina nas dapat ditunjukkan dengan bersilaturahmi, menjaga ukhuwah islamiyah, dan toleransi. Hablum minal alam adalah hubungan manusia dengan alam semesta yang terdiri atas flora dan fauna. Manusia harus bisa berhubungan dengan baik kepada Allah, kepada manusia dan kepada alam. Apabila ketiga hubungan ini dijalankan manusia dengan baik, maka akan tercipta kondisi yang harmonis. (Rosie)

Follow Sosial Media At Taqwa :

Berita Terkait

ISLAMOFOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA

ISLAMOFOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA

Oleh, Prof. Dr. H,Jamali, M.Ag (Guru Besar UIN Siber Cirebon) . Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Takwa...

BULAN SAFAR BULAN SIAL, MITOS YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT

BULAN SAFAR BULAN SIAL, MITOS YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT

Oleh, KH. Aziz Hakim Syaerozie, M.Fil (Ketua PCNU Kabuaten Cirebon) Jumat ini, kita memasuki hari yang kedua di bulan safar 1448 H. Bulan kedua dalam nama-nama bulan hijriyah yang jatuh setelah Muharram. Bulan yang konon dipahami sebagian Masyarakat awam sebagai bulan...