AMC – Selasa (13/8/19), suara derap kaki di halaman Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) menggema. Suara derap tersebut berasal dari langkah kaki santri RTQ yang berlari karena terlambat mengikuti pembelajaran. Santri-santri tersebut berbaris rapi menatap ustadz dan dua orang santri yang sudah duduk melaksanakan pembelajaran. Raut penyesalan terlihat jelas di wajah santri-santri yang terlambat. Sang ustadz kemudian berdiri dan menanyakan alasan terlambat dengan menggunakan bahasa arab. Semua santri yang terlambat kompak menjawab bahwa alasan terlambat disebabkan olahraga lari pagi.

Sang ustadz yang bernama lengkap Ilham Mulyadi kemudian memberikan hukuman ringan kepada santri yang terlambat. Hal ini dilakukan untuk mendidik santri supaya disiplin dalam melaksanakan semua proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang seharusnya dimulai pukul 07.30 WIB menjadi terganggu karena kedatangan santri terlambat. Oleh karena itu, Ilham menegaskan kepada seluruh santrinya yang berjumlah delapan belas orang untuk berjanji tidak mengulangi segala bentuk keterlambatan. Ilham menyadari bahwa mental disiplin perlu diterapkan sejak dini karena kedisiplinan akan membentuk pribadi santri yang tangguh dan religius.

Ilham mengatakan bahwa seharusnya pembelajaran pagi ini adalah percakapan di pasar menggunakan bahasa Arab. Namun karena mayoritas santri datang terlambat, maka pembelajaran tidak bisa berlangsung secara maksimal. Ilham tidak ingin santrinya melalaikan sekecil apapun proses pembelajaran. Oleh karena itu Ilham menerapkan sikap displin berupa pemberian hukuman seperti menulis surat sebanyak satu juz dan hukuman-hukuman lain yang bermanfaat untuk menambah hafalan Al-Quran para santri. Ilham juga menambahkan bahwa proses pembelajaran di RTQ tidak hanya sebatas hafalan saja. Lebih dari itu RTQ juga memberikan pembelajaran halaqah dengan metode talqin yababa dan penjelasan tafsir mengenai kaidah ilmu tajwid. Kedua hal ini diharapkan dapat menambah pengetahuan santri terkait isi kandungan ayat Al-Quran yang sedang dihafalkannya. Jadi proses pembelajaran di RTQ tidak sekedar hafal Al-Quran saja melainkan paham mengenai makna yang terkandung dalam Al-Quran. Semua proses pembelajaran yang dilakukan pengajar RTQ baik halaqah, talqin dan pembelajaran bahasa menerapkan sikap disiplin dan konsekuensi hukuman bagi yang terlambat. Dengan demikian, diharapkan santri RTQ At-Taqwa tidak hanya cerdas namun juga memiliki integritas. (Rosie)