dengan Motto 3M

oleh: Ust. Ahmad Yani el-Muchtary (Ketua Umum At-Taqwa Centre)

Masjid Raya At-Taqwa (MRA), yang terletak di jantung Kota Cirebon, tepatnya di Jl. RA. Kartini No. 2 Kota Cirebon adalah masjid kebanggaan masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. MRA selain memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah, pusat kajian, dakwah dan pembinaan ummat Islam, saat ini MRA juga sudah menjadi alternatif destinasi wisata religi di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon Kota/Kabupaten, Indramayu, Majalengka dan Kuningan)  sekitarnya. Salah satu indikatornya adalah nampak dari volume/tingkat kepadatan jama’ah yang berkunjung ke Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon dari waktu ke waktu mengalami peningkatan.

Masjid Raya At-Taqwa Sebagai Alternatif Destinasi Wisata Religi

Survey yang telah dilakukan Open Mind Institute Cirebon tahun 2014, menunjukkan bahwa  di luar hari Jum’at, Sabtu dan Ahad, rata-rata jama’ah yang berkunjung ke MRA berjumlah 600-700 orang. Mereka terdiri dari jama’ah tetap, jama’ah/tamu yang transit, dan jama’ah yang sengaja berkunjung ke MRA dengan beraneka ragam tujuan, dari mulai ibadah shalat, i’tikaf-dzikir, konsultasi syari’ah (zakat, dll.), belajar, memanfaatkan layanan jasa penyewaan gedung, ruang rapat, guest house, naik menara, studi banding, makan di kantin, silaturrahim, meminta tolong, akad dan resepsi pernikahan, sengaja istirahat (ngadem), sengaja bermain-refreshing, sampai janjian bertemu seseorang) dll.

Terlepas dari apapun tujuan mereka itu, dalam pandangan kami tetap dipahami positif. Insya Allah mereka (jama’ah) berkunjung ke MRA karena keterikatan hati mereka terhadap masjid. Sebab apabila di Komplek Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon oleh Allah SWT tidak ditaqdirkan berdiri MRA, dan tidak disentuh dengan menajeman pengelolaan yang baik, belum tentu kaum muslimin berkunjung setiap hari ke lokasi tersebut dengan jumlah yang cukup banyak. Inilah yang kemudian kami yakini sebagai anugerah nikmat yang sangat berharga dari Allah SWT, yang harus disyukuri oleh seluruh masyarakat muslim Kota Cirebon dengan kehadiran Masjid Raya At-Taqwa yang cukup potensial menjadi alternatif destinasi wisata religi Kota Cirebon.

            MRA sebagai alternatif destinasi wisata religi  memiliki modal dasar sebagai berikut :

  1. MRA sebagai sarana tempat ibadah cukup nyaman dan luas, tempat wudhu bersih, air mencukupi, unit kegiatan masjid cukup lengkap [Lembaga zakat/laziswa, TPQ,Kursus B. Asing/Attaqwa Language Centre/ALC, Majlis Ta’lim; Rumah Tahfidz Qur’an/RTQ, Remaja Masjid At-Taqwa/RMA, Roudhatul Athfaal /RA, Ambulan gratis, dll., dalam proses perintisan];
  2. Sarana pendukung memadai (Gedung pertemuan ICC, Ruang Rapat, Islamic Guest House, Unit Bisnis/Kantin dan Koperasi) serta menara setinggi 65 M untuk meneropong “View” Kota  Cirebon ;
  3. Letak strategis dan halaman cukup luas;
  4. Dukungan ulama lokal, nasional maupun Internasional (sering dikunjungi ulama Internasional)
  5. Otonomisasi manajemen dari Pemerintah Kota Cirebon;
  6. Memiliki keunikan tersendiri (baik dari arsitektur bangunan [kombinasi arsitektur Timur Tengah-Jawa, bangunan full granit dan tanpa kaca], maupun sentuhan manajemennya);
  7. Manajemen terpadu berbasis jama’ah antara MRA dengan Islamic Centre;
  8. Soliditas dan profesionalitas pengelola;
  9. Networking yang dibangun cukup luas.

            Selain modal dasar tersebut dia atas, MRA sebagai alternatif destinasi wisata religi juga memiliki aktifitas khas dibandingkan Masjid agung yang lain, antara lain;

  1. Kuliah Subuh setiap hari (sudah berlangsung selama 52 tahun);
  2. Shalat Tarawih ala Masjidil Haram (setiap malam 1 juz bersama Imam hafidz Alqur’an)
  3. Menyediakan hidangan (ta’jil) buka puasa sunah hari Senin dan Kamis;
  4. Memberikan hidangan minuman “Wedang Jahe” kepada jama’ah, (pada hari Jum’at, Sabtu & ahad);
  5. Ada petugas khusus pengatur shaf jama’ah;
  6. Free/bebas tarif Pelyanan Jasa parkir, wc/kamar mandi, ambulan, dan konsultasi
  7. Multi aktifitas dan pelayanan.

            MRA sebagai alternatif destinasi wisata religi tidak terlepas dari daya juang para pengelola dan petugas (Pengurus DKM-Attaqwa Centre) Kota Cirebon dengan selalu berusaha menerapkan motto 3M dalam aktifitas pengelolaan MRA dan Islamic Centre Kota Cirebon (ICC), yaitu:

  1. MAKMUR, segala aktifitas yang dilaksanakan pengurus selalu berorientasi pada proses pemakmuran masjid, dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta kesejahteraan lahir dan bathin jama’ah. Suatu upaya untuk membangkitkan jiwa orang-orang beriman agar memiliki ikatan hati dan kepedulian kepada masjid (mu’allaqun qolbuhu bi al maŝjid)dengan berperan aktif memakmurkan masjid  dalam bidang idaroh (tata kelola adm-organisasi), imaroh (tata kelola program), ri’ayah (tata kelola pemeliharaan fisik-bangunan) masjid;
  1. MELAYANI, Pengurus dan petugas At-Taqwa Centre (DKM) memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melayani dan memfasilitasi jama’ah masjid sebagai  tamu Allah (dhuyûfu al-rahmân) agar dapat beribadah dengan khusyu’, nyaman, tertib dan aman; Sebuah amanah yang mulia untuk menjadi khodim (pelayan) rumah Allah (masjid) yang harus ditunaikan dengan keikhlasan dan ke-rahmatan;
  1. MENCERAHKAN, segala aktifitas dilaksanakan selalu berorientasi  pada proses pencerahan ummat. Suatu misi dakwah Rasululloh saw. Yang telah mampu membawa ummat  dari kegelapan-kejahilan  (iman, ilmu dan amal) kepada jalan pencerahan (min al-dhulumât ilâ al-nûr) yang penuh cahaya illahi, adab dan akhlaq karimah dalam setiaf aktifitas  (matînul khuluq), serta mampu membumikan aktifitas ibadah ritual ke dalam ibadah sosial.

Dengan motto 3M, yang didukung dengan modal dasar dan aktifitas khas itulah, MRA dapat dijadikan alternatif wisata religi di Kota/Kabupaten Cirebon melengkapi destinasi wisata religi lainnya, yang sudah ada sejak lama di Kota Cirebon, antara lain: Keraton-keraton Cirebon, Masjid Agung Sang Ciptarasa Keraton Kasepuhan dan astana/maqom Sinuhun Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Djati.

Spektrum At-Taqwa sebagai Kawasan Religius 

MRA sebagai alternatif destinasi wisata religi, masih sangat jauh dari sempurna. Hal ini dapat dikatakan sebagai idealiata atau fakta. Untuk mewujudkan idealita menjadi fakta yang sesungguhnya sangat diperlukan dukungan semua pihak, terutama Pemerintah Kota Cirebon dan para Tokoh, juga tentunya masyarakat muslim Kota Cirebon dan sekitarnya. MRA akan menjadi spektrum tersendiri dalam Destinasi Wisata Religi, apabila kekuatan/magnet dan modal dasar yang ada ditunjang oleh pemikiran besar dan  visioner yang dirumuskan dalam sebuah master plan bersama para pemangku kebijakan di Kota Wali ini, antara lain dengan ikhtiar bersama:

  1. Attaqwa menjadi kawasan religius terpadu dengan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon; kawasan MRA dapat dijadikan miniatur Model implementasi Visi Religius Walikota periode 2013-2018; tentunya ini perlu keinginan yang kuat dan keberanian dari Pemerintah Kota Cirebon; Sehingga penataan Alun-alun Kejaksan yang terpadu dan terprogram dengan MRA merupakan sebuah keniscayaan dan cukup mendesak untuk dilakukan;
  2. Sarana pendukung MRA harus dilengkapi secara memadai, antara lain Perpustakaan Masjid/Laboratorium Kesilaman dan Musieum Masjid Nusantara yang refresentatif;
  3. Alternatif open space/ruang terbuka hijau untuk lahan parkir dan istirahat jama’ah; dengan penyewaan lahan / penambahan pembebasan lahan yang ada, dll.                                                                                                                     

Wallahu a’lam bi al-shawwab