KEMULIAAN NABI MUHAMMAD YANG DIRINDUKAN PARA NABI ﷺ

Jul 30, 2026 | Artikel, Artikel Islam, Edukasi Umum, Khotbah Jum'at

Oleh, H. Nafiki, SAP

(Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon)

Pada kesempatan khutbah yang mulia ini, marilah kita merenungkan kembali kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ yang begitu agung sehingga banyak riwayat menceritakan bagaimana para nabi terdahulu mengagungkan beliau dan berharap memperoleh kemuliaan sebagai pengikut risalah beliau. Dari renungan tersebut semoga tumbuh rasa syukur, kecintaan, serta semangat untuk meneladani sunnah Rasulullah ﷺ dalam setiap aspek kehidupan kita

Dalam sebagian riwayat dikisahkan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam sedang membaca kitab yang Allah turunkan kepadanya. Pada lembar pertama, beliau menemukan kisah tentang suatu umat yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Umat itu gemar berzikir kepada Allah, beriman kepada para nabi, ringan bersedekah, serta memperoleh rahmat dan ampunan Allah yang luas.

Melihat keutamaan itu, Dalam Sebagian Kitab Tafsir dan Riwayat para Ulama beliau  Nabi Musa berdoa memohon kepada Allah

“Ya Allah, jadikanlah mereka umatku.”

Kemudian Nabi Musa membuka lembar berikutnya. Beliau kembali menemukan kisah tentang umat yang luar biasa. Mereka memperoleh pahala yang berlipat ganda, amal sedikit dibalas dengan pahala yang sangat besar, dan kelak menjadi penghuni surga karena rahmat Allah.

Nabi Musa kembali memohon: berdoa kepada Allah

“Ya Allah, jadikanlah mereka umatku.”

Lalu Nabi Musa membuka lembar berikutnya. Di sana beliau membaca tentang umat yang apabila berniat melakukan kebaikan sudah dicatat sebagai pahala, apabila melaksanakannya dilipatgandakan berkali-kali, dan apabila berniat melakukan keburukan namun tidak jadi melakukannya, tidak dicatat sebagai dosa.

Nabi Musa kembali berdoa memohon kepada Aallah :

“Ya Allah, jadikanlah mereka umatku.”

Disebutkan dalam Sebagian Riwayat yang masyhur dikalangan ulama Allah Subhanahu wa Ta’ala menginformasikan  kepada Nabi Musa: AS

“Wahai Musa, umat yang engkau kagumi itu adalah umat Nabi Muhammad , nabi penutup zaman.”

Mendengar penjelasan tersebut, Nabi Musa semakin rindu kepada umat yang penuh kemuliaan itu. Dalam Sebagian Kitab Tafsir dan Riwayat para Ulama beliau memohon, berdoa  kepada Allah:

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk umat Nabi Muhammad .”

Bayangkan, seorang nabi yang termasuk dalam golongan Ulul Azmi, seorang rasul yang mendapat kemuliaan luar biasa, yaitu Nabi Musa a.s., yang Allah muliakan dengan gelar Kalimullah, karena beliau diberi keistimewaan berbicara langsung dengan Allah.

Namun, ketika Allah memperlihatkan kepada Nabi Musa tentang sifat-sifat dan kemuliaan umat akhir zaman, umat Nabi Muhammad ﷺ, hati beliau dipenuhi rasa takjub. Beliau melihat suatu umat yang sedikit amalnya dibanding umat-umat terdahulu, tetapi Allah melipatgandakan pahalanya. Beliau melihat umat yang apabila berniat melakukan kebaikan sudah dicatat sebagai pahala, dan apabila mengerjakannya dilipatgandakan hingga berkali-kali lipat. Beliau melihat umat yang saling mendoakan, bershalawat kepada nabinya, dan memperoleh syafaat pada hari kiamat.

Maka Nabi Musa a.s. berdoa, memohon  kepada Allah, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk umat Nabi Muhammad .”

Subhanallah…

Padahal beliau adalah seorang nabi, seorang rasul, bahkan Kalimullah. Namun beliau masih mengagumi kemuliaan umat Nabi Muhammad ﷺ.

Inilah yang mengajarkan kepada kita bahwa menjadi umat Nabi Muhammad bukanlah perkara biasa. Ini adalah karunia yang sangat besar dari Allah. Kita tidak pernah meminta dilahirkan pada zaman ini, tetapi Allah memilih kita menjadi umat penutup para nabi, umat yang membawa Al-Qur’an sebagai pedoman, dan umat yang memiliki nabi paling mulia, Nabi Muhammad ﷺ.

Renungkanlah sejenak. Kita tidak pernah memohon kepada Allah agar dilahirkan sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ. Kita tidak pernah berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku umat kekasih-Mu.” Kita pun tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih akan dilahirkan pada zaman nabi yang mana.

Tetapi, dengan kasih sayang-Nya yang begitu luas, Allah memilih kita. Dengan rahmat-Nya yang tidak terbatas, Allah menjadikan kita sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ. Inilah nikmat yang sangat agung, yang sering kali luput dari rasa syukur kita.

Padahal, banyak riwayat mau’izhah yang menggambarkan betapa para nabi terdahulu mengagumi kemuliaan umat Nabi Muhammad ﷺ. Sementara kita, yang tanpa meminta telah Allah anugerahi kemuliaan itu, justru terkadang lalai mensyukurinya.

Jauh sebelum kita lahir ke dunia, nama Nabi Muhammad ﷺ sudah dikenal di langit. Allah telah memuliakan beliau, mengangkat derajat beliau, menjadikan beliau sebagai penutup para nabi dan rasul, serta menjadikan umatnya sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.

Yang harus kita lakukan menjadi umat Nabi Muhammad SAW, kita terus berikhtiar untuk selalu berittiba’ kepada Rasulullah ﷺ. Jadikan beliau sebagai teladan dalam setiap langkah kehidupan. Terus menIkuti petunjuk-petunjuk beliau, melaksanakan sunnah-sunnah beliau semampu kita, dan hadirkan akhlak beliau dalam rumah tangga, di tempat kerja, dalam bermasyarakat, bahkan ketika kita sedang sendiri.

Kemudian, jangan pernah lelah membasahi lisan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Sebab shalawat bukan hanya ungkapan cinta, tetapi juga jalan untuk mendekat kepada Allah

Mengapa kita harus banyak bershalawat?

Karena Allah sendiri yang terlebih dahulu mengajarkan kepada kita, Allah tidak langsung memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat.

Allah tidak mengatakan, “Wahai orang-orang beriman, bershalawatlah kalian,” lalu selesai. Tetapi Allah mendahuluinya dengan firman-Nya, “Sesungguhnya Allah bershalawat kepada Nabi.” Seakan-akan Allah memberikan teladan terlebih dahulu. Kemudian seluruh malaikat ikut memuji dan mendoakan Nabi Muhammad ﷺ. Setelah itu, barulah kita yang berada di bumi diperintahkan untuk ikut bergabung dalam barisan para pecinta Rasulullah ﷺ dengan memperbanyak shalawat dan salam kepada beliau.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah  salam,,penghormatan.kepadanya,”
(QS. Al-Ahzab: 56)

Begitu banyak keutamaan membaca sholawat  diantaranya  

  • Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

       Artinya, setiap satu shalawat yang kita ucapkan dengan ikhlas, Allah membalasnya dengan sepuluh rahmat, sepuluh keberkahan, dan sepuluh kemuliaan.

  • Dengan bersholawat Allah menghapus dosa-dosa, dengan bersholawat Allah mengangkat derajat kita, melapangkan kesulitan, dan menjadi sebab dikabulkannya doa. Bahkan pada hari kiamat nanti, orang yang paling dekat dengan Rasulullah ﷺ adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat kepada beliau.

Dikisahkan dalam suatu Riwayat Nabi Adam AS  Pernah berbuat Khilaf  satu kali kemudian Nabi Adam diturunkan dari surga ke Bumi, Nabi Adam menyesal bertaubat, beristighfar, Kembali kepada Allah, bertahun tahun Nabi Adam minta ampun kepada Allah, tapi Allah belum mengapuninya, dan permohonan ampun   Nabi Adam diabadikan dalam ayat suci Al Quran Surat Al A’raf ayat 23

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Kemudian Nabi Adam berdoa bertawasul menyebut nama Nabi Muhammad SAW  

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan Muhammad, ampunilah aku.”

Dengan izin Allah, doa itu dikabulkan, oleh Allah, Allah ampuni dosa Nabi Adam AS

Lalu Allah bertanya kepada Nabi Adam, “Wahai Adam, bagaimana engkau mengenal nama Muhammad, padahal Aku belum menciptakannya di dunia?”

Nabi Adam menjawab dengan penuh adab, “Ya Rabb, ketika Engkau menciptakan aku dengan tangan kekuasaan-Mu, lalu Engkau tiupkan ruh ke dalam diriku, aku melihat pada tiang-tiang ‘Arsy surga tertulis kalimat : LAA ILAHA ILALLAH MUHAMMADUROSULULLAH

Aku mengetahui bahwa Engkau tidak akan menyandingkan nama-Mu dengan nama seorang makhluk, kecuali dia adalah makhluk yang paling Engkau cintai.”

Maka Nabi Adam berdoa  “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan Muhammad, ampunilah aku.”

Dengan izin  Allah,  Allah  ampuni dosa nabi Adam AS

Subhanallah dengan bersholawat bertawasul memyebut Nabi Muhammad Allah Nabi adam ampuni dosa dosanya, Allah kabulkan doanya, Allah angkat derajat.

Semoga Allah menjadikan hati kita dipenuhi dengan cinta kepada Nabi Muhammad ﷺ, lisan kita senantiasa basah dengan shalawat, langkah kita istiqamah mengikuti sunnah beliau, dan kelak pada hari kiamat Allah mengumpulkan kita di bawah panji beliau,

Amin ya Rabbal ‘alamin.

Follow Sosial Media At Taqwa :

Berita Terkait

ISLAMOFOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA

ISLAMOFOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA

Oleh, Prof. Dr. H,Jamali, M.Ag (Guru Besar UIN Siber Cirebon) . Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Takwa...

BULAN SAFAR BULAN SIAL, MITOS YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT

BULAN SAFAR BULAN SIAL, MITOS YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT

Oleh, KH. Aziz Hakim Syaerozie, M.Fil (Ketua PCNU Kabuaten Cirebon) Jumat ini, kita memasuki hari yang kedua di bulan safar 1448 H. Bulan kedua dalam nama-nama bulan hijriyah yang jatuh setelah Muharram. Bulan yang konon dipahami sebagian Masyarakat awam sebagai bulan...