Dai Milenial Harus Moderat, Maju, Mandiri – Diklat Dai-Khotib Attaqwa

oleh | Des 12, 2021 | Artikel, Artikel Islam, Berita Seputar Masjid

attaqwacirebon.com. CIREBON, 12 Desember 2021. Pelatihan dai dan khotib milenial Attaqwa tahun 2021, mendaptakn sentuhan kebangsaan. Pada salah satu materi yang diberikan adalah tentang wawasan kebangsaan dari Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dr. K.H. Adib, M.Ag. Pada hari ke tiga, Ahad, 12 Desember 2021. Di Gedung Islamic Centre, Adib memberikan pencerahan pada peserta diklat bahwa seorang dai harus bisa bersifat di tengah. Tidak berpihak ke kiri atau ke kanan. Menjaga persatuan umat menjadi tujuan utama dalam berdakwah.

Adib juga menjelaskan tentang wawasan tentang kebangsaan. Ini diberikan, mengingat peserta diklat mayoritas adalah kaum milenial yang erat dengan media sosial. Supaya dapat menjaga jiwa nasionalisme. Juga agar dapat berperan dalam dakwahnya di media sosial, mempublikasikan tentang dakwah yang moderat, maju, dan mandiri. “Itu menjadi ciri khas kita Indonesia. Ciri khas kita adalah keberagaman. Apa pun agamanya, tidak bisa dipisahkan. Jika agamanya sudah dihina, maka tidak akan terima. Oleh karena itu, para pendahulu kita, itu sangat bijak. Ketika ingin meletakan dasar negara, Indonesia bukan negara agama dan tetapi bukan negara sekuler. Tapi negara berdasarkan negara pancasila”. Tutur Adib.

Tidak dipungkiri, seorang dai harus bisa menyampaikan pesan kebaikan dan kebahagiaan. Menuntun orang untuk menuju cita-cita keselamatan. Sudah seharusnya seorang dai dapat menyampaikan dakwahnya dengan cara dan media yang cocok dengan kondisi di lapangan. Inilah perlunya memahami kondisi lahan dakwah dan siapa yang didakwahi. Nu.

Berita Terkait

Pin It on Pinterest

Share This