Banyak umat Islam mencari tahu arti firman, tetapi tidak semuanya memahami bahwa istilah ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar “perkataan” atau “ucapan”. Kesalahan memahaminya bukan hanya dapat mengaburkan makna Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, tetapi juga berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam memahami akidah dan mengamalkan ajaran Islam.
Istilah firman sangat akrab di telinga umat Islam. Kalimat seperti firman Allah Ta’ala, firman Tuhan, atau berdasarkan firman Allah Ta’ala sering muncul dalam ceramah, kajian, maupun tulisan keislaman. Meski demikian, tidak sedikit orang yang memahami firman hanya sebagai “ucapan” atau “perkataan” biasa.
Oleh karena itu, setiap Muslim perlu mengenal hakikat firman berdasarkan Al-Qur’an, hadis sahih, dan penjelasan para ulama, bukan hanya berdasarkan definisi kamus atau pemahaman yang berkembang di tengah masyarakat.
Artikel ini akan mengulas arti firman dari sisi bahasa, etimologi, tata bahasa, hingga perspektif akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah agar maknanya dipahami secara utuh dan tidak mengalami penyimpangan.
Apa Arti Firman?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), firman berarti perkataan Tuhan. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kata ini tidak digunakan untuk sembarang ucapan, melainkan khusus hanya untuk perkataan Allah Ta’ala.
Namun, Islam memberikan makna yang lebih dalam daripada sekadar definisi kamus. Firman Allah Ta’ala bukan hanya rangkaian kata, melainkan Kalam Allah Ta’ala yang menjadi petunjuk, hukum, kabar gembira, peringatan, serta rahmat bagi seluruh manusia.
Firman Allah Ta’ala menjadi sumber utama ajaran Islam bersama sunnah Rasulullah ﷺ. Seluruh hukum syariat, prinsip akidah, serta nilai akhlak berakar dari firman-Nya.
Etimologi Kata Firman
Menariknya, kata firman bukan berasal dari bahasa Arab.
Istilah ini berasal dari bahasa Persia farmān (فرمان) yang berarti perintah, titah, atau dekret kerajaan. Setelah masuk ke bahasa Melayu, para ulama Nusantara menggunakannya sebagai padanan untuk menjelaskan Kalam Allah Ta’ala kepada masyarakat.
Sementara itu, Al-Qur’an menggunakan istilah Arab seperti:
- Kalamullah (كلام الله): perkataan Allah Ta’ala.
- Qaulullah (قول الله): ucapan Allah Ta’ala.
Mayoritas ulama lebih sering memakai istilah Kalamullah karena mencerminkan sifat Allah Ta’ala yang berbicara sesuai dengan keagungan-Nya.
Arti Firman dalam Islam
Dalam Islam, firman bukan sekadar kata-kata.
Firman Allah Ta’ala adalah kalam Allah Ta’ala yang diturunkan sebagai petunjuk hidup. Firman tersebut mengandung:
- petunjuk keimanan,
- hukum syariat,
- kisah umat terdahulu,
- kabar gembira,
- ancaman bagi orang yang ingkar,
- janji Allah Ta’ala,
- serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Karena itu, firman Allah Ta’ala bukan hanya untuk kita baca saja, tetapi juga haruskita pahami dan amalkan.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
Apakah Firman Termasuk Kata Benda, Kata Kerja, atau Kata Sifat?
Pertanyaan ini jarang yang bahas, padahal cukup penting agar penggunaan istilah “firman” tidak keliru.

Dalam tata bahasa Indonesia, firman termasuk nomina (kata benda).
Contoh:
Firman Allah Ta’ala menjadi petunjuk hidup.
Susunan kalimatnya adalah:
- Subjek: Firman Allah Ta’ala
- Predikat: menjadi
- Pelengkap: petunjuk hidup
Artinya, kata firman bukan kata kerja maupun kata sifat.
Adapun kata berfirman merupakan verba (kata kerja).
Contoh:
Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa.
Pada kalimat tersebut:
- Subjek: Allah Ta’ala
- Predikat: berfirman
Perbedaan ini penting agar penggunaan bahasa tetap tepat dan makna teologisnya tidak bergeser.
Apakah Firman Dapat Berubah Menjadi Sesuatu?
Pertanyaan ini menyentuh pembahasan akidah sehingga perlu dijawab secara hati-hati.
Menurut aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Kalam Allah Ta’ala merupakan salah satu sifat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berbicara sesuai dengan kehendak-Nya dan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya.
Karena merupakan sifat Allah Ta’ala, firman Allah Ta’ala bukan makhluk.
Lalu, apakah firman Allah Ta’ala berubah menjadi manusia, benda, atau makhluk lain?
Jawabannya tidak.
Hal yang berubah hanyalah media penyampaiannya, bukan hakikat firman itu sendiri.
Contohnya:
- Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad ﷺ.
- Nabi Muhammad ﷺ membacakannya kepada para sahabat.
- Para sahabat menuliskannya dalam mushaf.
- Qari membacanya dengan suara masing-masing.
Tulisan pada mushaf dapat rusak.
Suara qari berbeda-beda.
Kertas dapat terbakar.
Akan tetapi, seluruh hal tersebut hanyalah media penyampaian. Hakikat Kalam Allah Ta’ala tidak berubah dan tidak beralih menjadi makhluk.
Mengapa Al-Qur’an Disebut Firman Allah Ta’ala?
Al-Qur’an disebut firman Allah Ta’ala karena:
- seluruh lafaz berasal dari Allah Ta’ala,
- seluruh maknanya berasal dari Allah Ta’ala,
- disampaikan melalui Malaikat Jibril,
- diterima Nabi Muhammad ﷺ sebagai wahyu,
- tidak berasal dari pemikiran atau karangan manusia.
Inilah yang membedakan Al-Qur’an dari seluruh kitab buatan manusia.
Apakah Semua Firman Allah Ta’ala Ada di Dalam Al-Qur’an?
Al-Qur’an adalah firman Allah Ta’ala.
Namun, pembahasan ulama menjelaskan bahwa Allah Ta’ala juga berbicara kepada makhluk-Nya pada berbagai kesempatan, seperti kepada Nabi Musa ‘alaihissalam dan para malaikat.
Al-Qur’an merupakan kumpulan wahyu yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia hingga Hari Kiamat.
Perbedaan Firman Allah Ta’ala, Wahyu, Hadis, dan Hadis Qudsi
| Istilah | Penjelasan |
|---|---|
| Firman Allah Ta’ala | Kalam Allah Ta’ala sebagai sifat-Nya. |
| Al-Qur’an | Firman Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai wahyu. |
| Wahyu | Cara Allah Ta’ala menyampaikan petunjuk kepada para nabi. |
| Hadis | Perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad ﷺ. |
| Hadis Qudsi | Maknanya dari Allah Ta’ala, sedangkan lafaznya disampaikan oleh Nabi ﷺ. |
Arti Firman Tuhan
Banyak orang mencari informasi mengenai arti firman Tuhan.
Dalam konteks Islam, istilah tersebut merujuk kepada firman Allah.
Kata “Tuhan” merupakan padanan bahasa Indonesia, sedangkan di dalam Al-Qur’an adalah Allah.
Karena itu, ketika membahas Al-Qur’an, penggunaan istilah firman Allah lebih tepat dan lebih spesifik.
Contoh Firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an
Berikut beberapa contoh firman Allah untuk referensi.
- QS. Al-Ikhlas tentang tauhid.
- QS. Al-‘Asr tentang pentingnya iman dan amal saleh.
- Ayat Kursi mengenai keagungan Allah Ta’ala.
- QS. Az-Zumar ayat 53 tentang luasnya rahmat Allah Ta’ala.
- QS. Al-Baqarah ayat 286 mengenai kemudahan syariat.
Seluruh ayat tersebut menjadi bukti bahwa firman Allah Ta’ala memuat petunjuk bagi berbagai aspek kehidupan manusia.
Mengapa Harus Memahami Firman Allah Melalui Tafsir Ulama?
Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab dengan gaya bahasa yang sangat tinggi pada era kesusastraan Arab.
Satu ayat dapat memiliki sebab turun, konteks sejarah, maupun hubungan dengan ayat lain. Oleh sebab itu, memahami firman Allah memerlukan ilmu.
Penafsiran yang hanya mengikuti logika pribadi berpotensi menimbulkan penyimpangan.
Karena itulah para ulama menyusun kitab-kitab tafsir agar umat Islam memperoleh pemahaman yang benar sesuai dengan Al-Qur’an, hadis, dan penjelasan para sahabat.
Hikmah Berpegang Teguh kepada Firman Allah Ta’ala
Orang yang menjadikan firman Allah Ta’ala sebagai pedoman hidup akan memperoleh banyak manfaat.
Di antaranya:
- iman semakin kuat,
- hati lebih tenang,
- ibadah lebih benar,
- akhlak semakin baik,
- terhindar dari penyimpangan akidah,
- memiliki pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Baca juga: Afirmasi dan Manifestasi Menurut Islam: Dalil Lengkap untuk memahami pentingnya menjaga kemurnian akidah ketika menggunakan istilah-istilah yang berkaitan dengan keyakinan.
Kesimpulan
Firman bukan sekadar istilah yang berarti perkataan Tuhan. Dalam Islam, firman merujuk kepada Kalam Allah Ta’ala, yaitu sifat Allah Ta’ala yang menjadi sumber petunjuk bagi seluruh manusia.
Firman Allah Ta’ala tidak berubah menjadi makhluk, tidak menjelma menjadi manusia, dan tidak mengalami perubahan hakikat. Tulisan, suara, maupun mushaf hanyalah media penyampaian, sedangkan Kalam Allah Ta’ala tetap sesuai dengan keagungan-Nya.
Memahami firman Allah Ta’ala melalui Al-Qur’an, hadis sahih, dan tafsir ulama merupakan jalan terbaik agar seorang Muslim terhindar dari kesalahpahaman dalam akidah maupun ibadah.
FAQ
Apa arti firman menurut Islam?
Firman adalah Kalam Allah Ta’ala yang menjadi petunjuk hidup bagi manusia, bukan sekadar ucapan biasa.
Apakah firman sama dengan Al-Qur’an?
Al-Qur’an adalah firman Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai wahyu.
Apakah firman Allah Ta’ala bisa berubah?
Tidak. Hakikat Kalam Allah Ta’ala tidak berubah. Yang berubah hanyalah media penyampaiannya seperti tulisan dan bacaan.
Apa perbedaan firman dan hadis?
Firman berasal dari Allah Ta’ala, sedangkan hadis merupakan perkataan atau sabda, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah ﷺ.
Mengapa Al-Qur’an disebut firman Allah?
Karena lafaz dan maknanya berasal dari Allah Ta’ala yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril.
(oleh Rachmad Igen)








