MORAL ASSET BANGSA YANG PALING BERHARGA

Agu 13, 2026 | Artikel, Artikel Islam, Edukasi Umum, Khotbah Jum'at, Sholat

Oleh, Dr.KH. Mukhlisin Muzarie, M.Ag

(Ponpes Rifa’iyah, Arjawinangun Cirebon)

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt atas limpahan nikmat-Nya kepada kita sealian, terutama nikmat iman dan Islam, serta sehat jasmani dan rohani, sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan berbagai aktifias yang pada hakekatnya merupakan ibadah kepada Allah swt. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga dan sahabatnya, dan kepada seluruh umatnya yang setia hingga akhir zaman. Amin ya Robbal alamien.

Selaku khatib, saya ingin mengajak kepada semua jamaah, marilah kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt, Allah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ

Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu kepada Allah dan kepada Rasul-Nya (An-Nisa, 4 : 136)

Ayat ini, menurut Ibnu Katsir, menyeru kepada orang-orang yang beriman agar memiliki iman yang kuat, iman yang tidak mudah tergoda oleh siapapun dan oleh apapun : 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَيۡكُمۡ أَنفُسَكُمۡۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا ٱهۡتَدَيۡتُمۡۚ

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu baik-baik, sehingga orang yang sesat tidak akan memberi mudharat kepadamu, apabila kamu telah mendapat petunjuk. (QS Al-Maidah, 5 : 105)

Hadirin Sidang Jum’ah yang berbahagia

Perjuangan kita sekarang bukan melawan kolonialisme, dan bukan melawan kebodohan dan kemiskinan, tetapi melawan kebobrokan moral. Abdul Malik bin Marwan, Khalifah ke-5 dari Bani Umayyah, ketika mengantarkan putranya ke Pondok, beliau meminta kepada kyainya :

يا أحمر, علمهم الصدق كما تعلمهم القرآن, واحملهم على الاخلاق الجميلة, وروهم الشعر  يشجعوا وينجدوا, وجالس بهم أشراف الرجال, وأهل العلم, وجنبهم السفلة والخدم فإنهم أسوأ الناس أدبا, واضربهم على الكذب, إن الكذب يدعو الى الفجور وإن الفجور يدعو الى النار

Wahai guru, ajarkan kepada mereka kejujuran, sebagaimana anda mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an, bimbinglah mereka akhlak yang baik, ajarkan kepada mereka sya’ir, agar mereka berani dan memperoleh kemenangan, dan kumpulkanlah mereka bersama orang-orang mulia dan orang-orang cerdas, dan jauhkan mereka dari orang-orang bodoh dan rendah martabatnya, karena mereka akhlaknya buruk, dan pukullah mereka jika diketahui berbuat dusta, karena dusta mendorong berbuat dosa, dan berbuat dosa mendorong masuk neraka.

Khalifah Abdul Malik memandang bahwa asset bangsa yang paling berharga, bukan sumber daya alam yang melimpah, dan bukan sumber daya manusia yang cerdas, yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih, tetapi bangsa yang bermoral dan beradab. Menurut beliau pendidikan merupakan langkah strategis untuk membangun moral bangsa, karena bangsa yang maju adalah bangsa yang bermoral dan beradab. Dalam ajaran Islam pendidikan bukan sekedar mentransfer ilmu, tetapi membentuk karakter dan spiritual secara integral, sehingga menghasilkan orang-orang alim dan adil, alim artinya memiliki wawasan ilmu yang luas, dan adil artinya menjunjung tinggi moral. Allah berfirman :

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu (QS Al-Alaq : 1)

Nabi Muhammad saw mendapat perintah untuk mengajarkan ilmu terintegrasi dengan moral, sehingga menghasilkan generasi yang cerdas dan jujur serta memberikan manfaat bagi kemanusiaan. Nabi Muhammad saw membangun bangsa Arab dengan mengutamakan moral sehingga hasilnya nyata. Dalam waktu yang relatif singkat, yaitu hanya 22 tahun, sebuah bangsa yang bodoh, miskin, dan terbelakang menjadi bangsa yang maju dan beradab serta menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lain.

Khalifah Abdul Malik memberikan petunjuk agar lingkungan pendidikan bersih secara moral. Tidak ada kekerasan, tidak ada kebencian, dan tidak ada kemunafikan. Beliau meminta agar lingkungan pendidikan kondusif, terdiri dari orang-orang jujur, para pendidik dan tenaga kependidikan jujur, bersemangat dan ikhlas, serta dijauhkan dari orang-orang yang tidak bermoral, suka malas, suka marah, dan berlaku kasar, karena akan merusak standar kompetensi lulusan.

Selanjutnya Khalifah meminta agar bertindak tegas kepada barang siapa yang melanggar perintah atau berbuat dusta (واضربهم على الكذب), karena orang yang berbuat dusta, akan menyepelekan dosa, dan orang yang menyepelekan dosa akhirnya akan menemui kehancuran. Sekarang ada kecerdasan buatan, AI (Artificial Intelligence) telah menawarkan banyak manfaat, tetapi tidak boleh menggeser peran guru yang selalu mengajar dengan ikhlas dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan harus menjaga keseimbangan antara kecerdasan digital dengan moral agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, ber-integritas, dan bertanggungjawab.

Hadirin Sidang Jum’ah yang berbahagia

Hoax atau berita bohongh pernah menimpa keluarga Nabi saw. Yaitu ada rumor bahwa salah seorang isteri beliau telah berbuat selingku dengan orang lain. Berita itu cepat menyebar ke pelosok-pelosok Ibu Kota sehingga suasana menjadi gaduh. Termasuk Nabi saw turut terkecoh dengan kegaduhan tersebut. Ketika Aisyah datang menghadap beliau, beliau membuang muka. Aisyah merasa kebingungan harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba malaikat Jibril datang mengklarifikasi bahwa berita itu adalah hoax sehingga persoalannya selesai.

Hoax juga pernah menimpa sebuah pasukan besar yang dipersiapkan oleh Nabi saw untuk menghadapi ancaman pasukan Heraclius dan pasukan sekutu dalam perang Tabuk. Perang Tabuk dalam sejarah dikenal sebagai ”perang ’usroh” artinya peperangan yang paling sulit, karena terjadi pada masa-masa sulit, yaitu pada musim kemarau panjang, dan cuaca sangat panas, sementara perjalanan yang ditempuh sangat jauh, dan ekonomi masyarakat menghadapi masa paceklik. Di sisi lain umat Islam mebutuhkan dana besar untuk membiayai peperangan. Suasana kritis seperti ini dimanfaatkan oleh orang-orang munafik yang ingin menggagalkan peperangan. Mereka membuat psywar (psychologhical warfore), membuat kekacauan dengan menyebarkan berita-berita hoax sehingga sebagian pasukan terprovokasi dan meminta izin untuk mangkir, tidak ikut berperang dengan berbagai alasan. Nabi saw mengizinkan orang-orang munafik untuk tidak berangkat perang, maka pasukan lainnya banyak yang terpengaruh. Tetapi Nabi saw segera melakukan konsolidasi dan meminta kepada orang-orang mampu agar memberikan dukungan dana melalui infak dan sedekah. Dalam hal ini Usman bin Affan memberikan dukungan dana yang besar, dan yang lain memberikan dana sesuai kemampuannya, sehingga akhirnya tidak kurang dari 30.000 pasukan berangkat bersama Nabi saw menuju Tabuk dan memperoleh kemenangan.

Di Indonesia Bung Karno pernah merasa cemas karena melihat moral bangsa pasca kemerdekaan sudah berubah, idealisme kebangsaan makin runtuh, mereka hanya mengutamakan kepentingan kelompoknya saja. Maka pada tanggal 17 Agustus 1957 beliau berpidato tentang pentingnya membangun moral bangsa (Nation Building/Character Building) dengan tujuan agar bangsa tetap bersatu dan saling menghormati. Di India Mahatma Ghandi juga pernah merasa prihatin karena melihat moral bangsanya yang sudah rusak. Beliau menyebut ada 7 dosa besar yang mematikan (the seven deadly sins). Antara lain beliau melihat makin banyak orang-orang pintar tetapi tidak bermoral (knoledge without character), dan beliau melihat kecenderungan bangsanya yang makin serakah, ingin mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tetapi tidak mau bekerja (wealth without work), dan beliau melihat bangsanya suka berfoya-foya, tetapi tanpa hati, tidak mau melihat penderitaan orang lain (pleasure without conscience). Menurut Ibnu Khaldun kelompok ini adalah kelompok pecundang, atau kelompok pengkhianat (من الخائنين), mereka menghambur-hamburkan harta dari hasil jerih payah leluhurnya, tanpa berjuang dan tanpa kerja keras.

Hadirin Sidang Jum’ah yang berbahagia

Khalifah sebagai pemimpin yang bertanggungjawab memandang penting untuk membangun kembali moral bangsa yang sudah rusak, agar mereka mau berjuang, menjunjung tinggi moral, dan menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran adalah keberanian mengatakan yang sebenarnya, kejujuran adalah keberanian mengakui kesalahan, dan kejujuran adalah keberanian bertanggungjawab atas semua tindakan yang telah dilakukan. Itulah aset bangsa yang paling berharga, Nabi saw berpesan  kepada umatnya :

عليكم بالصدق فإن الصدق يهدى الى البر وان البر يهدى الى الجنة

Wahai umatku tetaplah berlaku jujur, karena kejujuran akan membawa kebajikan, dan kebajikan akan membawa kebahagiaan.

Hadirin Sidang Jum’ah yang berbahagia

Khalifah di atas khawatir, Bung Karno khawatir, Mahatma Gandhi khawatir, dan kita semua juga khawatir akan lahirnya generasi yang tidak bermoral, generasi yang bodoh, miskin, kasar, dan suka berbohong. kebohongan atau hoax adalah perkataan mengada-ada atau pekerjaan yang dibuat-buat untuk mengelabui orang lain. Maka kebohongan atau hoax adalah perbuatan dosa besar, karena bahayanya sangat besar. Apalagi ketika akal menjadi raja dan kebenaran persepsi menjadi acuan, maka akibatnya manusia berada dalam kegelapan, mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga tetapi tidak dapat mendengar, mereka tersesat, tidak dapat melihat yang benar itu benar dan yang salah itu salah, bahkan bisa terbalik, melihat yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Ingat bahwa Dajjal datang tidak menciptakan sesuatu yang baru, melainkan hanya membalikkan fakta, yang benar adalah salah dan yang salah adalah benar, surga dajjal adalah neraka, dan neraka dajjal adalah surga. Rasulullah saw berdsabda :

إياكم والكذب فإن الكذب يهدى الى الفجور وإن الفجور يهدى الى النار

Jangan sekali-kali berbuat bohong, karena bohong mendorong berbuat dosa, dan berbuat dosa mendorong masuk neraka

Hadirin Sidang Jum’ah yang Berbahagia

Marilah kita bimbing generasi muda kita menjadi generasi yang berkualitas, berilmu dan bermoral yang tinggi untuk menyongsong Indonesia maju dan Indonesia Emas Tahun 2045.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم  يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ 

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah bersama orang-orang yang jujur

أقول قولى هذا وأستغفر الله لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤ منين والمؤمنات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Follow Sosial Media At Taqwa :

Berita Terkait

ORANG-ORANG TERBAIK MENURUT RASULULLAH SAW

ORANG-ORANG TERBAIK MENURUT RASULULLAH SAW

Oleh, Amin Iskandar, Lc, M.Ag (Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon) Pada kesempatan yang mulia ini marilah bersama-sama kita meningkatkan taqwa kepada Allah Ta'ala dengan sepenuh hati. Taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya yaitu menjalankan segala perintah Allah...

KEMULIAAN NABI MUHAMMAD YANG DIRINDUKAN PARA NABI ﷺ

KEMULIAAN NABI MUHAMMAD YANG DIRINDUKAN PARA NABI ﷺ

Oleh, H. Nafiki, SAP (Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon) Pada kesempatan khutbah yang mulia ini, marilah kita merenungkan kembali kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ yang begitu agung sehingga banyak riwayat menceritakan bagaimana para nabi terdahulu mengagungkan beliau dan...