CIREBON – Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Ketua Pembina Forum Komunikasi Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., berkenan melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon, Jumat (29/5/2026). Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari lawatan pribadi beliau ke Kota Cirebon.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama didampingi oleh Sekretaris Jenderal PP IKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DKM Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Dr. KH. Adib, M.Ag.

Di hadapan ribuan jamaah Shalat Jumat, Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan taushiyah mengenai hikmah dan hakikat ibadah qurban. Dalam ceramahnya, beliau mengajak umat Islam untuk memahami qurban tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai bentuk pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usai pelaksanaan Shalat Jumat, Menteri Agama berkesempatan mengunjungi Perpustakaan Masjid Raya At-Taqwa. Salah satu perhatian beliau tertuju pada koleksi Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Cirebon, sebuah karya monumental yang diinisiasi oleh LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon dengan dukungan penuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Kementerian Agama RI pada periode 2021–2024.

Menteri Agama mengapresiasi keberadaan terjemahan Al-Qur’an dalam Bahasa Cirebon tersebut sebagai upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus sarana mendekatkan pemahaman Al-Qur’an kepada masyarakat. Menurutnya, karya semacam ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan literasi keagamaan yang berbasis budaya lokal.

Selain meninjau perpustakaan, Prof. Nasaruddin Umar juga menyempatkan diri menyapa para santri Pesantren Tahfizh Al-Qur’an yang berada di lingkungan Masjid Raya At-Taqwa. Dengan penuh kehangatan, beliau berdialog singkat, memberikan motivasi kepada para santri, serta berfoto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap generasi muda penghafal Al-Qur’an.

Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan dan kemakmuran Masjid Raya At-Taqwa yang dinilainya semakin hidup dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Secara khusus, Prof. Nasaruddin Umar memberikan penghargaan kepada kepemimpinan Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag. sebagai Ketua Harian DKM Masjid Raya At-Taqwa. Menurutnya, mengelola masjid bukanlah pekerjaan yang mudah karena masjid merupakan miniatur kehidupan yang menghadapi berbagai tantangan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang profesional, visioner, dan mampu menjawab kebutuhan umat.

Dalam arahannya kepada para pengurus DKM, Menteri Agama berpesan agar Masjid Raya At-Taqwa terus menjadi benteng dakwah Islam yang moderat dan mencerahkan. “Teman-teman memiliki tugas untuk mengawal, menjaga, dan melestarikan ajaran serta dakwah Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), sekaligus membersihkannya dari berbagai unsur yang dapat merusak kemurnian ajarannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian DKM Masjid Raya At-Taqwa yang juga Sekretaris Jenderal PP IKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., mengaku bersyukur atas kunjungan informal Menteri Agama RI tersebut. Dalam sambutannya, Ahmad Yani menyampaikan terima kasih atas kehadiran Prof. Nasaruddin Umar yang dinilai membawa keberkahan bagi Masjid Raya At-Taqwa. “Saya merasa mendapat anugerah dan keberkahan tersendiri. Bapak Menteri telah memberikan pencerahan kepada para jamaah, motivasi kepada para santri, serta meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan para pengurus DKM. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus memakmurkan masjid dan melayani umat dengan lebih baik,” ungkapnya.