Dimsum – Nuansa Tiongkok, Attaqwa Hadirkan Kuliner Masa Kini

Des 28, 2021 | Artikel, Artikel Islam, Attaqwa Languange Center (ALC), Berita

attaqwacirebon.com-CIREBON, 28 Desember 2021. Kuliner yang satu ini menurut sejarah berasal dari China. Telah berusia sejak zaman Dinasti Han (206 SM-220). Dimsum ada dua macam ykni goreng dan kukus. Enak sekali jika disajikan dalam wadah bambu agar tetap hangat. Sempat terkenal juga di Asia Tengah pada masa jalur sutera sebagai pendamping minum teh.

Saat ini dimsum telah terkenal di Indonesia. Banyak kedai makanan yang menjajakan dimsum dengan berbagai varian harga dan kelas. Kantin Masjid Raya Attaqwa Kota Cirebon selalu menyajikan hidangan yang lagi trending di masyarakat. Dimsum mulai dikenal dan diminati masyarakat pecinta kuliner di Cirebon. Dengan banyaknya peminat dimsum, kantin Attaqwa menyajikan dimsum dengan harga yang ramah di kantong.

Kualitas dan rasa tidak kalah dengan dimsum di pasaran. Kantin Attaqwa yang dikelola oleh Abah Haji Basari ini telah menyajikan dimsum sejak tiga bulan lalu. Sejak awal dibuka, dimsum telah banyak diminati jamaah Masjid Attaqwa.Setelah sholat, para jamaah banyak yang telah mencoba bahkan berulang kali menikmati dimsum yang diproduksi di Kantin Attaqwa.

Dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 15.000,- saja, Anda dapat menikmatinya. Jajanan murah tapi mewah. Karena bernuansa luar negeri. Soal rasa, pasti tidak kalah dengan dimsum di pasaran. Dapat dipesan secara manual atau pun online. Nu.

Follow Sosial Media At Taqwa :

Berita Terkait

INDAHNYA HIDUP DENGAN AKHLAQ  MULIA

INDAHNYA HIDUP DENGAN AKHLAQ  MULIA

Oleh, Ust. H. Abdul Aziz Fakhrurozi, SH ( Majelis Tarjih dan Tadjid PDM Kota Cirebon) الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ...

MAULID NABI  REFLEKSI CINTA SEJATI

MAULID NABI  REFLEKSI CINTA SEJATI

Oleh, H. Muchamad Nidzom, S.Ag, M.Pd.I Kasi PD Pontren Kemenag Kota Cirebon Marilah sejenak kita tundukkan hati. Kita tinggalkan hiruk-pikuk dunia, karena waktu terus berjalan, usia terus berkurang, dan kematian semakin dekat tanpa pernah mengirimkan kabar. Kita tidak...

T A U B A T Oleh, Prof. Dr. K.H. Farihin Nur, M.Pd. (Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon dan Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon) Taubat itu wajib dilakukan oleh hamba Allah dari segala macam dosa, termasuk kemaksiatan yang dilakukan seorang hamba kepada...