Oleh:  KH. Solihin Uzer

(Ketua MUI Kota Cirebon)

Orang yang beriman selalu berusaha agar dalam hidup ini terjalin hubungan baik dengan sesama manusia dan mendapat perlindungan Allah serta hidup bahagia dunia akherat. Rasulullah pernah ditanya tentang suatu amal yang jika dikerjakan maka yang mengamalkannya akan dicintai oleh Allah dan dicintai oleh umat manusia. Beliau bersabda,“Berlaku zuhudlah (berhati-hatilah) dalam kehidupan di dunia niscaya engkau dicintai Allah dan berhati-hatilah terhadap milik orang lain niscaya engkau dicintai oleh sesama.´(HR. Ibnu Majah)

Zuhud ialah menjauhkan diri dari keinginan terhadap sesuatu yang bukan menjadi miliknya dan meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Dengan berlaku zuhud manusia akan terhindar dari murka Allah dan terhindar dari penindasan atau ketidak ramahan manusia. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa apabila manusia ingin hidup dalam kebaikan yang utama maka ia berlaku zuhud dan yakin (kepada Allah) di dunia ini.

Rasulullah bersabda, “Kebaikan utama umat ini adalah karena perilaku zuhud dan yakin  (kepada Allah). Sedangkan perilaku bakhil dan angan-angan kosong adalah merusak dan menghancurkan umat manusia.” (HS. Ahmad dan Thabrani). Sebagai makhluk ciptaan Allah manusia wajib beriman dan bertaqwa kepada Allah dan sebagai makhluk sosial  manusia harus menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia, saling menghormati dan saling menepati janji.

Sejarah membuktikan bahwa adzab / laknat Allah yang diturunkan kepada umat-umat terdahulu adalah karena mereka benar-benar tidak beriman dan menentang Allah. Diantaranya yaitu :

  1. Umat nabi Nuh as. yang kafir semuanya ditelenggamkan kecuali beberapa orang yang beriman kepada Allah, mereka selamat karena mendapat perlindungan dari Allah.
  2. Umat nabi Luth as. diadzab dengan angin batu akibat melakukan perbuatan keji dan homo seksual

Adapun umat Nabi Muhamad saw. tidak diadzab seluruhnya, tetapi hanya diberi peringatan / teguran keras. Seperti tsunami datang dengan tiba-tiba. Banjir bandang menggenangi jalan, rumah dan halaman, angin puting beliung menyapu atap rumah dan merobohkan pohon besar yang sudah tua, lumpur menyembur menenggelamkan perkampungan serta tanah longsor menimbun semua yang ada di bawahnya.

Mengapa demikian?

Jawabnya adalah karena masih banyak orang-orang yang beristighfar (mohon ampun) dan masih banyak orang-orang yang  beriman dan beramal sholih (melakukan kebaikan dan perbaikan) dengan tetap menyembah Allah swt.

Allah berfirman,

Dan Tuhanmu tidak akan pernah membinasakan negeri-negeri secara dzolim apabila penduduk negeri itu adalah orang-orang yang sholeh (yaitu orang-orang yang melakukan kebaikan dan perbaikan)” (QS. Hud : 117)

Adapun agar manusia mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat Rasulullah menjelaskan kepada kita bahwa kebahagiaan hidup di dunia itu dapat dicapai dengan 4 hal yaitu sebagai berikut:

  1. Didampingi oleh istri yang sholihah
  2. Semua anaknya berbakti kepada kedua orang tuanya dan bermanfaat bagi masyarakat
  3. Teman dekatnya orang-orang yang baik
  4. Rizkinya diperoleh di tempat tinggalnya (dalam negerinya)

Adapun kebahagiaan hidup di akhirat hanya dapat dicapai dengan iman dan amal sholih (bertaqwa kepada Allah).

Allah berfirman, “Dan orang-orang  yang beriman dan beramal  shalih mereka itu penghuni surga  dan mereka kekal di dalamnya. “ (QS. Albaqarah : 82)

Dalam surat Al Qalam ayat 34 disebutkan,

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan di sisi Tuhan mereka surga-surga yang penuh kenikmatan.” (QS. Alqalam: 34)

Oleh karenanya, mudah-mudahan kita semua mampu menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia dan mendapat perlindungan dan ridha Allah sehingga hidup kita bahagia dunia dan akhirat. Aamiin