STOP BELAJAR, KALAU INGIN PINTAR

Mar 2, 2020 | Artikel, Artikel Islam, Berita

Attaqwacirebon.com – Tepuk tangan dari ratusan peserta bergemuruh ketika pembicara seminar memasuki ruang utama Gedung Islamic Centre Kota Cirebon, Sabtu (29/2/20). Pembicara tersebut melompat ke atas panggung dengan satu loncatan yang energik. Pembicara tersebut adalah seorang penulis muda berbakat Indonesia yang berhasil menjadi founder Kelas Menulis Online (KMO) dan platform penerbitan naskah daring bernama Ketix, Tendi Murti.

Tendi mengguncang panggung dengan satu kata yang membuat audiens terpana, “stop belajar, kalau ingin pintar”. Kalimat itu menghujam dada audiens seminar bertajuk Magnet Rezeki karena selama ini, ketika ingin menjadi pintar maka manusia harus giat belajar. Tetapi kemudian Tendi menjelaskan bahwa ketika ingin pintar, manusia harus berhenti belajar. Berhenti belajar yang dimaksud adalah menenangkan jiwa yang selama ini terlalu menggebu dalam meraih sesuatu. Menenangkan jiwa dapat berguna sebagai refleksi diri. Jika selama ini banyak tindakan yang salah, maka menenangkan jiwa dapat menjernihkan pikiran. Pikiran yang jernih dapat mempermudah masuknya pembelajaran dari mana saja.

Direktur Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship, Alif Ringga Persada mengatakan bahwa seminar magnet rezeki ini diselenggarakan dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus menambah wawasan tentang bagaimana menarik rezeki dengan cara Allah SWT. Salah satu cara menarik rezeki dengan cara Allah adalah dengan menenangkan jiwa dan merefleksi diri tentang semua perilaku diri yang selama ini telah dilakukan. Dengan dua jalan ini, maka kebersihan rohani akan didapatkan. Kebersihan rohani inilah yang nantinya akan mempermudah seseorang dalam mendapatkan rezeki. (PR).

 

Follow Sosial Media At Taqwa :

Berita Terkait

ISLAMOFOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA

ISLAMOFOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA

Oleh, Prof. Dr. H,Jamali, M.Ag (Guru Besar UIN Siber Cirebon) . Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Takwa...

BULAN SAFAR BULAN SIAL, MITOS YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT

BULAN SAFAR BULAN SIAL, MITOS YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT

Oleh, KH. Aziz Hakim Syaerozie, M.Fil (Ketua PCNU Kabuaten Cirebon) Jumat ini, kita memasuki hari yang kedua di bulan safar 1448 H. Bulan kedua dalam nama-nama bulan hijriyah yang jatuh setelah Muharram. Bulan yang konon dipahami sebagian Masyarakat awam sebagai bulan...