*REFLEKSI KASUS POSITIF COVID-19*

_Oleh: Kang Yani (Ketua At-Taqwa Centre Cirebon, covid survivor)_

1. Covid-19 bukan HANTU (antara ada dan tiada) tapi NYATA ada, ILMIAH dan MENULAR;

2. Wabah Covid-19 ini pada hakekatnya adalah *UJIAN/MUSIBAH/PERINGATAN/SIKSAAN* yang bisa terjadi ke siapapun dan kapanpun tanpa melihat SUKU, RAS, AGAMA, KEDUDUKAN/STATUS SOSIAL;

3. Bagi yang Terpapar Covid-19, Masa Isolasi dapat dijadikan sarana *Muhasabah* dan *Taqorrub* kepada Allah SWT dengan aktivitas Ibadah dan kebaikan lainnya;

4. Hal yang sangat berpegaruh kepada seseorang yang dinyatakan Positif Covid-19 adalah *ketahanan mental/Jiwa*

5. Ketahanan Mental/Jiwa (sedih atau senang/bahagia) sangat mempengaruhi imun/daya tahan tubuh kita;

6. Tantangan yang dirasakan orang yang terpapar covid-19 adalah mental sosial; ketahanan jiwa; yang terpapar covid-19 masih dianggap aib, sumir, digunjing oleh tetangga/sesama;

7. Faktor yang mendukung kesembuhan ada 2:
1) *Nutrisi Medis* (ikuti SOP/Protokol kesehatan selama masa perawatan: makan dengan gizi seimbang, jaga PHBS, olah raga ringan, berjemur, minum vitamin, madu, dan herbal);
2) *Nutrisi Psikis* yang sangat mendukung (Sholat, Tilwah, Istighfar, Dzikir, do’a dan sholawat)

8. Hal yang harus segera dilakukan kepada yang terpapar; _ditesting, tracing, isolating_ kita harus Empati, Mendoakan, Memotivasi dan Membantu dengan kemampuan yang ada.

9. Selama masa Isolasi, baiknya kita cerdas dan bijak membaca informasi; dalam waktu tertentu HP dan Televisi bisa dinon aktifkan dialihkan dengan tilawah dan aktivitas ibadah lainnya;

10. Yang terkonfirmasi positif Covid-19 *BUKAN AIB*; bukan penyakit prilaku sosial yang kotor; masuknya Attho’uun (wabah) yang kalau taqdirnya sampai wafat masuk kategori “syahid akherat” insyaa Allah.

11. Masyarakat/siapapun *TIDAK BERHAK MENOLAK* jenazah yang terinfeksi Covid-19 untuk dimakamkan di TPU kampungnya sendiri;

12. Kita harus lebih sadar akan ancaman Covid-19 yang nyata; dan lebih peduli empati kepada yang terpapar dan keluarganya;

13. Kepada siapapun yg dinyatakan Positif Covid-19; secara psikis, segera ubah perasaan dan pikiran agar tetap tenang, lebih positif; langsung kembalikan kepada Allah SWT (tetap husnudhon kepada Nya) yakini pasti dibalik semuanya yang terjadi ada hikmah. Karena tidak ada satu musibahpun yang terjadi kecuali sudah dalam ketetapan Allah SWT.

14. Orang yang terpapar Covid-19 saya pahami ada 2 kategori:
a) OTG (Orang Tanpa Gejala, nampak sehat tapi terinveksi, dan bisa membawa (carrier) menularkan;
b) orang dengan GEJALA (demam, batuk, filek, flu, sakit tenggorokan, mati rasa, mati penciuman dll).

Untuk Orang yg terpapar dengan GEJALA, saya pahami dapat dibagi 3 kategori:
-gejala ringan, kalau imun (daya tahan tubunya bagus) cepet sembuh dg izin Allah dan perwatan medis;
-gejala sedang (hanya batuk, filek dan demam sedang) dapat sembuh cepat atau lambat, tergantung imun dan perawatan medis. tentu semua dg taqdir Allah SWT.
-Gejala Berat; yaitu semua gejala covid-19 (ditambah penyakit bawaan: hypertensi, diabetes, jantung, Paru2, dll); saya lihat banyak yg tdk tertolong (wafat), bila tdk tertangani dg perawatan medis sangat baik; dan kebanyakan sampai pada gagal bernafas (karena bisa jadi virus benar2 telah menyebar diparu2); ini sekedar asumsi saya dri hasil pengamatan dan wawancara ringan dg sesama pasien selama perawatan (23 hari) di Rumah Sakit;

15. Kita lebih hati2 dan waspada ketika berada di alat transportasi publik dan tempat publik (hotel, gedung pertemuan, pasar, Mall) karena potensi penularan covid-19 cukup tinggi.

16. Kita Wajib menjaga Protokol Kesehatan (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).
dg dasar kaidah2 agama:
Usaha Menghilangkan Madhorot (dg protokol kesehatan) lebih wajib dari pada kita mengambil maslahat; dan Kita haram hukumnya mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

_Wallahu a’lam bi al-shawwab