attaqwacirebon.com. CIREBON, 17 Desember 2021. Persiapan melaksanakan program di Tahun 2022 semakin ditingkatkan. Pengurus Attaqwa Centre Kota Cirebon menyusun jadwal dan tema khutbah. Para imam dan khotib sepakat menyusun konsep bersama. Rapat koordinasinya pun dilaksanakan pada Jumat, 17 Desember 2021 di Aula Sederhana Jl. R.A. Kartini Cirebon. Untuk menyamakan persepsi dan konsep dalam pelaksanaan sholat jumat selama satu tahun.

Sebanyak 30 orang Imam dan Khotib Masjid Raya Attaqwa Kota Cirebon hadir pada rapat tersebut. Rapat dipimpin oleh Ketua Attaqwa Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag. Turut hadir, Direktur Pasca Sarjana IAIN SNJ Cirebon Prof. Dr. K.H. Dedi Djubaedi, M.Ag., dan Kepala Kemenag Kota Cirebon Dr. K.H. Muhammad Ahsan, M.Ag.

Seluruh khotib akan mempersiapkan naskah khutbah untuk Tahun 2022 dengan baik, karena tema telah ditentukan. Naskah khutbah juga akan diterbitkan di website attaqwa, harian Fajar Cirebon, Buletin Jumat Attaqwa, dan Media Sosial. Keaslian naskah sangat diperlukan agar memenuhi standard kualitas. Tema yang telah ditentukan, mendorong agar setiap khotib dapat menyampaikan materi yang tidak berulang.

Kesiapan khotib berikutnya adalah, busana, penampilan, dan latihan sebelum naik mimbar sangat diperlukan. Mengingat setiap khutbah jumat di Attaqwa, akan disiarkan secara langsung di kanal dan media sosial Attaqwa. Diharapkan dengan persiapan matang akan menghasilkan kualitas khutbah yang maksimal. Materi khutbah dapat sampai kepada jamaah jumat dan Umat Islam lainnya. Naskah khutbah juga akan dicetak menjadi buku khutbah satu tahun. Agar dapat bermanfaat untuk dibaca dan diarsipkan. Bisa digunakan juga oleh masjid lain sebagai panduan pelaksanaan sholat jumat.

Durasi khutbah di Masjid Raya Attaqwa distandardkan. Maksimal durasi khutbah adalah 20 menit. Mengingat mayoritas jamaah adalah para pegawai dinas dan perusahaan-perusahaan di Kota Cirebon. Karena terkait dengan jam kerja dan istirahat karyawan, isi khutbah harus padat berisi dalam waktu yang terbatas.

Dalam rangka mewujudkan moderasi beragama, khutbah jumat di Attaqwa akan dikemas sebagai media dakwah yang moderat. Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., Ketua Attaqwa memberikan arahan skaligus memimpin rapat koordinasi. “Ke depan khutbah jumat kita, harus rahmatan lil alamiin. Agar tercipta moderasi beragama” kata Yani. Mengingat Attaqwa adalah masjid yang sering menjadi rujukan bagi masjid lain di Wilayah III Cirebon.

Kepala Kemenag Kota Cirebon, Dr. K.H. Muhammad Ahsan, M.Ag., sangat mendukung program kegiatan di Attaqwa. Pemantapan khutbah jumat Attaqwa harus dilaksanakan agar persiapannya tertata dengan rapi, sistematis, dan hasil maksimal. Ahsan menegaskan bahwa khutbah jumat harus menjaga perdamaian di masyarakat. “Ketika kita menyampaikan khutbah kepada masyarakat jangan sampai dengan menggunakan ujaran kebencian” tegas Ahsan.

Prof Dr. K.H. Dedi Djubaedi, M.Ag., turut memberikan dukungan. Dedi mendorong para khotib untuk memiliki karakter dalam penyampaian khutbah. Tujuannya adalah agar khotib memiliki ciri khas. “Karakter didapat dengan pengalaman, tantangan, dan ancaman” tegas Dedi. Harapannya agar  khutbah terasa menarik bagi jamaah. Nu.