attaqwacirebon.com. CIREBON – Tepat pada hari Selasa, 12 Mei 2026, sebuah langkah progresif dalam dunia dakwah dan pemberdayaan lingkungan masjid mulai digulirkan di Kota Cirebon. Komunitas Masjid Mercusuar secara resmi mengunjungi kantor Attaqwa Centre untuk menjajaki kerja sama strategis dalam program pemberdayaan energi berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan melalui teknologi energi terbarukan. Melalui program bertajuk “Wakaf Energi”, komunitas ini ingin membawa perubahan nyata bagi pengelolaan sumber daya di rumah ibadah.
Gerakan wakaf energi ini dirancang sebagai bentuk dakwah kontemporer yang menyasar pada kemandirian operasional masjid di bidang kelistrikan. Komunitas Masjid Mercusuar membawa visi besar agar masjid tidak lagi hanya menjadi konsumen energi, melainkan mampu menjadi produsen yang mandiri. Pemberdayaan di lingkungan masjid ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya operasional yang selama ini cukup tinggi bagi pengurus masjid. Dengan adanya sistem energi mandiri, dana yang tadinya habis untuk tagihan listrik dapat dialokasikan pada program kemaslahatan umat lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, sebanyak lima orang perwakilan dari tim Masjid Mercusuar hadir untuk memaparkan konsep teknis dan filosofis dari wakaf energi ini. Mereka menjelaskan bagaimana mekanisme wakaf dapat dikonversi menjadi perangkat teknologi ramah lingkungan yang mampu menghasilkan daya secara mandiri. Tim ahli dari komunitas ini turut memberikan gambaran mengenai keberlanjutan program yang akan dipantau secara berkala. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan dalam mengawal transformasi masjid-masjid di Indonesia menjadi lebih modern dan efisien.
Ust. Junaedi Alfan, selaku Ketua Komunitas Masjid Mercusuar, memaparkan secara mendalam mengenai besarnya potensi kemandirian energi di lingkungan masjid. Menurut beliau, masjid memiliki aset luasan atap dan lahan yang sangat potensial untuk dipasangi instalasi panel surya atau perangkat energi lainnya. Beliau menekankan bahwa edukasi mengenai energi terbarukan harus dimulai dari masjid agar masyarakat luas dapat melihat contoh nyata di lingkungan terdekat mereka. Potensi ini jika dikelola dengan profesional akan menjadi pilar kekuatan baru bagi ekonomi syariah berbasis lingkungan.
Pihak Attaqwa Centre Kota Cirebon menyambut baik kehadiran tim Masjid Mercusuar dengan penuh keterbukaan dan rasa antusiasme yang tinggi. Ketua Attaqwa Centre Kota Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., menerima langsung rombongan tersebut dalam sebuah pertemuan formal di ruang pimpinan. Beliau mengapresiasi inovasi yang ditawarkan karena selaras dengan visi masjid yang ingin terus beradaptasi dengan tantangan zaman. Diskusi berjalan dengan sangat produktif, membahas berbagai kemungkinan implementasi teknis di lapangan dalam waktu dekat.
Dalam sambutannya, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., menegaskan bahwa kemandirian sebuah masjid merupakan aspek yang memang perlu diperjuangkan secara kolektif oleh seluruh pihak. Beliau berpendapat bahwa kemandirian energi adalah salah satu pilar utama yang akan memperkuat fondasi organisasi dan pelayanan masjid kepada jemaah. Tanpa adanya kemandirian dalam hal-hal mendasar seperti energi, masjid akan selalu bergantung pada faktor eksternal yang fluktuatif. Oleh karena itu, beliau mendukung penuh gagasan wakaf energi sebagai solusi jangka panjang bagi keberlangsungan rumah ibadah.
Dr. H. Ahmad Yani juga menambahkan bahwa Masjid Raya Attaqwa Kota Cirebon memiliki posisi yang sangat strategis untuk mengawali gerakan besar ini. Statusnya sebagai pusat kegiatan Islam di Kota Cirebon menjadikannya barometer bagi masjid-masjid lain di wilayah sekitarnya. Beliau meyakini bahwa perubahan yang dimulai dari Masjid Raya Attaqwa akan memberikan dampak domino yang positif bagi syiar Islam. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa kolaborasi ini dipandang sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan masjid tahun ini.
Mengingat posisi dan statusnya yang ikonik, Masjid Raya Attaqwa sangat layak untuk dijadikan sebagai pilot project atau proyek percontohan dalam program wakaf energi ini. Sebagai jantung dari aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat Cirebon, masjid ini akan menjadi etalase teknologi energi ramah lingkungan. Keberhasilan proyek di masjid ini nantinya akan menjadi testimoni nyata bagi komunitas lain yang masih ragu untuk beralih ke energi mandiri. Pihak Attaqwa Centre pun menyatakan kesiapannya untuk menyediakan segala dukungan infrastruktur yang diperlukan untuk menyukseskan program tersebut.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan awal untuk menyusun langkah-langkah teknis terkait survei lokasi dan penggalangan dana wakaf dari masyarakat. Kedua belah pihak menyadari bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif para jemaah dan donatur yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sosialisasi secara masif akan segera dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat besar dari wakaf energi ini. Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan model masjid masa depan yang ramah lingkungan dan kuat secara finansial.
Dengan terlaksananya audiensi pada 12 Mei 2026 ini, sejarah baru dalam pengelolaan masjid di Kota Cirebon mulai diukir bersama Komunitas Masjid Mercusuar. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti hanya di satu masjid, melainkan dapat menyebar luas ke seluruh pelosok tanah air. Melalui wakaf energi, masjid diharapkan mampu kembali ke perannya yang paripurna sebagai pusat peradaban yang mandiri dan berdaulat. Harapannya, generasi mendatang dapat menikmati lingkungan masjid yang asri sekaligus mandiri berkat langkah berani yang dimulai pada hari ini.








